Blora – Di tengah cuaca ekstrem yang tak menentu, petani di Kabupaten Blora justru dihadapkan pada masalah pupuk yang lebih pelik. Distribu...
Blora – Di tengah cuaca ekstrem yang tak menentu, petani di Kabupaten Blora justru dihadapkan pada masalah pupuk yang lebih pelik.
Distribusi yang tidak merata hingga efektivitas pupuk organik yang dipertanyakan kini menjadi keluhan yang terus berulang di lapangan.
Anggota DPRD Blora dari Fraksi Partai NasDem, Aditya Chandra, menegaskan bahwa kondisi ini bukan lagi persoalan biasa, melainkan sudah menyentuh kebutuhan dasar petani.
“Cuaca sudah tidak bisa diprediksi, tapi masalah pupuk justru makin menambah beban. Padahal ini kebutuhan utama. Keluhan soal distribusi dan efektivitas terus kami terima,” tegasnya.
Tak hanya soal ketersediaan, sejumlah petani juga mengeluhkan pupuk organik yang dinilai belum memberikan hasil maksimal. Di sisi lain, prosedur untuk mendapatkan pupuk dianggap masih rumit dan membebani, terutama bagi petani kecil.
DPRD Blora Desak Perbaikan Total
Melihat kondisi ini, DPRD Blora mendesak Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) untuk tidak lagi setengah hati dalam melakukan pembenahan.
Langkah tegas yang didorong adalah dengan evaluasi total distribusi pupuk dari atas hingga ke petani dan aminan kualitas pupuk sesuai kebutuhan lapangan serta penyederhanaan akses bagi petani kecil yang mudah .
Usulan Hotline 24 Jam: Petani Harus Didengar
Tak berhenti di situ, DPRD juga mengusulkan pembentukan layanan pengaduan 24 jam agar suara petani tidak lagi terabaikan.
“Petani butuh solusi cepat, bukan proses yang berbelit. Kalau tidak segera ditangani, kerugian akan terus terjadi,” ujar Aditya.
Jangan Abaikan Petani
DPRD Blora mengingatkan bahwa persoalan pupuk bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut ketahanan pangan daerah.
“Petani adalah tulang punggung pangan. Kalau mereka terus dipersulit, ini bukan lagi masalah kecil,ini darurat layanan,” pungkasnya.
#BloraWeb #PetaniBlora #Pupuk #SistemDistribusi #KetahananPangan