BLORA – Kelangkaan dan ketidakefektifan pupuk menjadi polemik panas di kalangan petani Blora di tengah cuaca ekstrem yang tak menentu. Anggo...
BLORA – Kelangkaan dan ketidakefektifan pupuk menjadi polemik panas di kalangan petani Blora di tengah cuaca ekstrem yang tak menentu. Anggota DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Partai NasDem, Aditya Chandra, angkat bicara dan mendesak Pemerintah Daerah membuka layanan pengaduan 24 jam sebagai solusi darurat atas persoalan distribusi pupuk yang dinilai carut-marut.
Komisi B DPRD Blora, Aditya menyebut bahwa curahan hati petani di lapangan sangat memprihatinkan. Antara musim hujan dan kemarau yang bergantian dalam waktu singkat,fenomena yang dikenal dengan pancaroba petani justru dihadapkan pada masalah klasik namun akut: pupuk tidak tepat sasaran, distribusi tersendat, bahkan pupuk organik yang disubsidi dinilai tidak optimal.
"Banyak keluhan dari masyarakat terkait pupuk, mulai dari distribusi hingga efektivitas. Apalagi pupuk organik yang sampai saat ini belum memberikan hasil maksimal bagi tanaman petani," tegas Aditya Chandra , Minggu (19/4).
Sebagai wakil rakyat yang duduk di Komisi B (bidang perekonomian dan pembangunan), Aditya menegaskan bahwa ini bukan sekadar keluhan teknis, melainkan ancaman nyata terhadap ketahanan pangan lokal. Cuaca yang kian tidak bersahabat ditambah pupuk yang tak kunjung tiba atau tak berefek, membuat produktivitas lahan Blora terancam turun drastis.
Usulan Revolusioner: Hotline Aduan 24 Jam
Dari sekian banyak rekomendasi yang disampaikan, satu usulan paling menonjol dan mendapat sorotan publik: pembentukan hotline atau layanan aduan 24 jam oleh Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Kabupaten Blora.
"Kami menyarankan agar DP4 membentuk layanan pengaduan yang responsif, non-stop. Petani bisa melapor kapan pun,mulai dari pupuk tidak datang, oknum yang main-main, hingga pupuk palsu atau tidak berfungsi. Jangan biarkan petani berjuang sendiri," imbuh Aditya.
Usulan ini dinilai revolusioner karena selama ini petani di Blora hanya bisa melapor melalui jalur birokrasi yang panjang dan seringkali tidak jelas ujungnya. Layanan aduan 24 jam diharapkan menjadi game changer dalam tata kelola pupuk di daerah.
DP4 Blora Diminta Bergerak Cepat
Lebih lanjut, Aditya meminta DP4 Blora untuk tidak sekadar membuka layanan, tetapi juga memastikan setiap laporan ditindaklanjuti dengan terukur. Mulai dari audit distribusi hingga evaluasi efektivitas pupuk organik yang saat ini menjadi program unggulan namun justru banyak dikeluhkan.
Para petani yang dihubungi terpisah mengaku lega dan berharap layanan ini segera diwujudkan. "Selama ini kami bingung mau lapor ke mana kalau pupuk telat atau jelek. Kalau ada hotline yang cepat, itu sangat membantu," ujarnya .
Dengan langkah ini, DPRD Blora ingin menunjukkan bahwa suara petani bukanlah angin lalu. Kini, bola panas berada di tangan eksekutif. Dan layanan aduan 24 jam untuk pupuk segera terwujud .
#BloraWeb
#DPRDBlora
#Aduan24Jam
#SuaraPetani
#LayananPublik
#BloraMaju
#PeduliPetani
#InfoBlora
#BeritaBlora
#BloraHebat