"Manunggaling Rasa, Sukra Mulya" : Falsafah Jawa yang Mengajarkan Harmoni, Ketulusan, dan Kemuliaan dalam Mengemban Amanah

SHARE:

BLORA – Bulan Suro dalam tradisi Jawa bukan sekadar pergantian angka pada penanggalan, melainkan momentum sakral untuk eling lan waspada dan...

BLORA – Bulan Suro dalam tradisi Jawa bukan sekadar pergantian angka pada penanggalan, melainkan momentum sakral untuk eling lan waspada dan merenung atas setiap langkah kehidupan, membersihkan debu-debu batin, dan menata kembali relasi vertikal kepada Tuhan serta relasi horizontal kepada sesama dan alam semesta. Roh itulah yang kemudian menjelma dalam pagelaran Ruwatan lan Wayangan Suroan DPRD Kabupaten Blora 2026, dengan mengusung tema "Manunggaling Rasa, Sukra Mulya" dan lakon agung "Sesaji Raja Suya" yang dibawakan dalang kondang Ki Nuryanto.
Tema ini tidak hadir sekadar menjadi judul seremonial. Lebih dari itu, ia adalah doa, harapan, sekaligus cermin hidup masyarakat Jawa yang menjunjung tinggi rasa sebagai pangkal segala kebijaksanaan.

Manunggaling Rasa, Menyatukan Hati di Tengah Pusaran Perbedaan

"Manunggaling Rasa" bermakna menyatunya rasa, hati, dan tekad seluruh elemen masyarakat tanpa memandang sekat status, golongan, ataupun kepentingan. Dalam falsafah Jawa, ketika rasa telah benar-benar manunggal, maka ego akan luruh, kepentingan pribadi melebur dalam kepentingan bersama, dan yang tersisa hanyalah semangat gotong royong serta kehidupan yang rukun dan harmonis.

Di tengah dinamika politik dan sosial yang kerap memunculkan gesekan, tema ini menjadi pengingat tegas bahwa membangun Blora tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah, DPRD, tokoh adat, pemuda, hingga seluruh warga wajib memiliki rasa yang sama untuk menjaga kerukunan dan menggerakkan kemajuan.

Sukra Mulya, Kemuliaan yang Tidak Terukur oleh Singgasana Kekuasaan

Sementara itu, "Sukra Mulya" mengandung makna mendalam tentang kemuliaan yang lahir dari kesucian niat, kebijaksanaan dalam bertindak, dan ketulusan dalam mengabdi. Kemuliaan dalam perspektif Jawa bukanlah simbol kemegahan jabatan atau tingginya kursi kekuasaan. Kemuliaan sejati adalah buah dari integritas yang tidak pernah pudar, kejujuran yang tidak pernah menggadaikan amanah, serta pengabdian yang dilakukan dengan hati yang bersih.

Melalui momentum Bulan Suro, masyarakat dan para pemimpin diajak untuk melakukan introspeksi. Jabatan hanyalah titipan, kekuasaan hanyalah amanah, sedangkan kemuliaan sejati akan terus dikenang melalui jejak-jejak pengabdian yang ditinggalkan bagi rakyat.

Ngayomi, Ngayemi, lan Ngugemi, Filosofi Pemimpin Sejati dalam Budaya Jawa

Bagi masyarakat Jawa, seorang pemimpin sejati adalah sosok yang mampu ngayomi, ngayemi, lan ngugemi—yakni melindungi rakyat dengan kasih sayang, menghadirkan ketenteraman di tengah perbedaan, serta memegang teguh nilai-nilai luhur kehidupan di atas segala kepentingan duniawi.

Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kewenangan formal. Ia wajib memiliki kebijaksanaan yang menyejukkan serta kepekaan mendalam terhadap suara dan denyut nadi masyarakat yang dipimpinnya. Kepemimpinan bukan tentang seberapa keras suara diberikan, melainkan seberapa banyak hati yang tersentuh dan terlindungi.

Sesaji Raja Suya, Simbol Pengorbanan dalam Bungkus Ketulusan

Lakon "Sesaji Raja Suya" yang dipentaskan Ki Nuryanto turut memperkuat seluruh pesan moral tersebut. Kata sesaji dalam makna filosofisnya tidak pernah dimaknai sebagai persembahan harfiah atau upacara ritual semata, melainkan sebagai simbol dari ketulusan pengorbanan yang paling dalam.

Seorang pemimpin dituntut berani mengorbankan ego pribadi, kesenangan diri, bahkan kenyamanan jasmaninya demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Sebab dalam ajaran Jawa dikenal ungkapan luhur "Hamemayu Hayuning Bawana", yakni kewajiban suci manusia untuk memperindah, menjaga, dan menyejahterakan kehidupan bersama di muka bumi. Inilah bentuk pengabdian tertinggi yang tidak mengenal pamrih.

Amanat H. Mustopa, Menggugah Kesadaran Melalui Denyut Budaya

Ketua DPRD Kabupaten Blora, H. Mustopa, S.Pd.I., menyatakan bahwa tema ini dipilih sebagai pengingat kolektif bahwa budaya bukanlah sekadar warisan leluhur yang mandek, melainkan pedoman moral yang hidup dan terus berbicara dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

"Manunggaling Rasa, Sukra Mulya adalah doa bersama agar seluruh masyarakat Blora tetap bersatu dalam rasa persaudaraan, menjaga harmoni di atas segalanya, serta bersama-sama membangun daerah dengan hati yang tulus dan niat yang bersih. Wayang adalah tuntunan kehidupan yang mengajarkan kepemimpinan, kejujuran, pengorbanan, dan kebijaksanaan. Nilai-nilai itu harus terus hidup di tengah masyarakat, terlebih bagi mereka yang diberi amanah sebagai pemimpin," ujar Mustopa penuh harap.

Menurutnya, Bulan Suro menyediakan ruang yang tepat bagi setiap insan, terutama para pemangku kebijakan, untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kekuasaan dan kembali menanyakan pada hati: sudah sejauh mana pengabdian diberikan untuk rakyat?

Wayang, Antara Tontonan Mata dan Tuntunan Hati

Melalui pagelaran wayang ini, DPRD Kabupaten Blora berharap budaya Jawa tetap menjadi denyut nadi yang memompa kehidupan sosial masyarakat. Wayang bukan sekadar tontonan yang menghibur mata di malam hari, melainkan tuntunan yang menuntun hati agar tetap kokoh berjalan di jalan kebijaksanaan dan kebenaran.

Di tengah derasnya arus modernisasi dan gempuran budaya asing, nilai-nilai luhur yang terkandung dalam setiap lakon pewayangan tetap relevan dan bahkan semakin dibutuhkan sebagai pagar moral bagi generasi masa kini.

Pesan Abadi untuk Kemuliaan Blora

"Manunggaling Rasa, Sukra Mulya" pada akhirnya bukan sekadar tema sebuah pagelaran. Ia adalah pesan abadi yang menggema lintas waktu: ketika hati masyarakat telah menyatu dalam satu rasa, pemimpin mengabdi dengan ketulusan tanpa pamrih, dan budaya luhur tetap dijunjung tinggi sebagai pandangan hidup, maka kemuliaan dan kesejahteraan daerah bukanlah angan-angan, melainkan tujuan yang pasti akan tumbuh dengan sendirinya.

"Urip iku dudu mung golek drajat, nanging golek manfaat. Dudu mung nglumpukake kuwasa, nanging ngluhurake rasa."

Hidup bukan sekadar mengejar derajat, melainkan menghadirkan manfaat bagi sesama. Bukan sekadar mengumpulkan kekuasaan, tetapi memuliakan rasa dan mengabdi dengan segenap jiwa.
Nama

Berita Blora,877,Berita DPRD,75,Berita Jateng,10,Berita Pusat,8,Budaya,47,Desa,30,Download,1,Ekonomi,44,Event,59,geologi,9,gerakan,17,Infrastruktur,46,Investasi,2,Kamtibmas,60,keluarga,4,Kemanusiaan,10,Kesehatan,38,Ketahanan Pangan,11,Korupsi,1,Layanan,9,Lingkungan HIdup,17,Lowongan Kerja,1,Olahraga,19,Opini Blora,26,Pemerintahan,66,Pemuda,8,Pendidikan,90,Perbankan,2,Perempuan,3,Pertambangan,1,pertanahan,1,Pertanian,21,Pilkades Serentak,2,Polhukam,107,Politik,83,Produk,5,Publik Figur,8,religi,4,Sastra,1,Sosial,109,TNI,10,Ulasan Produk,3,umkm,2,Wisata,5,
ltr
item
BLORAWEB: "Manunggaling Rasa, Sukra Mulya" : Falsafah Jawa yang Mengajarkan Harmoni, Ketulusan, dan Kemuliaan dalam Mengemban Amanah
"Manunggaling Rasa, Sukra Mulya" : Falsafah Jawa yang Mengajarkan Harmoni, Ketulusan, dan Kemuliaan dalam Mengemban Amanah
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj04HKisd4ix571M67ONWZnU1D8Z_M98zvsrrHCf0AMwKw_Ni10HdTjfCrhxxWG_0c1ugFhxddobiSrxVi94bYEN2128xYTatmeM8Jy918eTE-JlGfQGUbD-Zwa7xKtQ8SYTzcmmi-_h6WYZRFEQpdZrP0KG--dhnHycs9SR49gAx-JSmJsdNJ8XONAv6lq
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEj04HKisd4ix571M67ONWZnU1D8Z_M98zvsrrHCf0AMwKw_Ni10HdTjfCrhxxWG_0c1ugFhxddobiSrxVi94bYEN2128xYTatmeM8Jy918eTE-JlGfQGUbD-Zwa7xKtQ8SYTzcmmi-_h6WYZRFEQpdZrP0KG--dhnHycs9SR49gAx-JSmJsdNJ8XONAv6lq=s72-c
BLORAWEB
https://www.bloraweb.com/2026/07/manunggaling-rasa-sukra-mulya-falsafah.html
https://www.bloraweb.com/
https://www.bloraweb.com/
https://www.bloraweb.com/2026/07/manunggaling-rasa-sukra-mulya-falsafah.html
true
8304592902863202145
UTF-8
Muat Semua Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batal Balas Delete By Home HALAMAN POSTS Lihat Semua REKOMENDASI UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content