BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IPB University, Universitas Sebelas Maret (...
BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora secara resmi menerima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari IPB University, Universitas Sebelas Maret (UNS), dan STAI Al-Anwar dalam sebuah acara penyambutan yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa (7/7/2026).
Kedatangan para mahasiswa ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa berbasis riset, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Bupati Harap Mahasiswa Jadi "Energi Baru" Pemecah Masalah Desa
Bupati Blora, H. Arief Rohman, S.I.P., M.Si., dalam sambutannya secara tegas menyatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN tidak boleh sekadar menjalankan kewajiban akademik. Ia berharap para mahasiswa mampu menjadi energi baru yang menghadirkan gagasan segar, inovasi, dan solusi konkret untuk menjawab berbagai persoalan yang ada di masyarakat.
"Setiap kampus memiliki tema KKN masing-masing. Kami berharap seluruh program tersebut mampu memberikan rekomendasi dan solusi yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, sesuai dengan potensi unggulan yang dimiliki oleh setiap desa," ujar Bupati Arief.
Orang nomor satu di Kabupaten Blora itu menekankan pentingnya pendekatan partisipatif. Ia meminta agar mahasiswa tidak bekerja sendiri, melainkan segera berkolaborasi dengan pemerintah desa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan seluruh pemangku kepentingan setempat sejak hari pertama tiba di lokasi KKN.
"Begitu tiba di desa, segera lakukan pemetaan masalah dan koordinasi dengan kepala desa dan stakeholder. Lihat potensi apa yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan bersama. Kami ingin mahasiswa mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," pesannya.
Blora Andalan Sapi dan Jagung, IPB Diminta Fokus Kembangkan Pertanian Organik
Lebih lanjut, Bupati Arief menjelaskan bahwa Kabupaten Blora adalah daerah agraris dengan sektor pertanian dan peternakan sebagai tulang punggung perekonomian. Hal ini terbukti dengan capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora pada tahun 2025 yang masih solid di angka 5,4 persen, yang salah satunya ditopang oleh sektor agro.
"Blora memiliki populasi sapi terbesar di Jawa Tengah, hampir mencapai 280 ribu ekor. Kita ini juara nomor 2 di Jateng. Selain itu, produksi jagung kita juga nomor 6 se-Jawa Tengah," jelasnya dengan bangga. "Potensi besar ini harus terus kita dorong dengan inovasi-inovasi berbasis pertanian organik."
Secara khusus, Bupati meminta bantuan mahasiswa KKN dari IPB University yang akan ditempatkan di wilayah Kecamatan Todanan, Tunjungan, Banjarejo, dan Kedung Tuban. Ia berharap para mahasiswa IPB dapat memberikan pendampingan intensif dalam pengembangan pertanian organik dan membantu mengoptimalkan berbagai potensi unggulan desa yang selama ini belum tergarap maksimal.
"Saya titip desa-desa yang menjadi lokasi KKN. Tolong untuk dibantu mengembangkan potensi pertanian yang ada, terutama pertanian organik," pinta Bupati kepada para mahasiswa IPB.
Melalui program KKN ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap dapat tercipta kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia akademisi dan pemerintah daerah. Tujuannya tidak lain adalah untuk terus melahirkan inovasi, memperkuat ekonomi desa, serta mempercepat pembangunan yang berakar pada potensi lokal. Dengan semangat pengabdian, para mahasiswa diharapkan mampu meninggalkan jejak karya yang menjadi fondasi bagi kemajuan desa-desa di Kabupaten Blora di masa mendatang.