Gerakan Bansos Sambong Mandiri santuni lansia tunggal di Desa Ledok. Sinergi TKSK, Pengusaha SPBU, Mahasiswa UTR Cepu, Camat, dan PKH.
Meski hidup sebatang kara, hari itu, Senin (31/8/2026), bilik rumah mereka tidak sepi. Langkah kaki anak-anak muda dari Universitas Teknologi Ronggolawe (UTR) Cepu bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Sambong memecah kesunyian.
Tak hanya datang membawa kantung sembako atau paket kebutuhan harian (Activity of Daily Living), para mahasiswa ini datang membawa hal yang jauh lebih berharga, yaitu, rasa hormat dan permohonan doa restu.

Sinergi Kemanusiaan Bertajuk "Bansos Sambong Mandiri"
Aksi nyata ini merupakan bagian dari gerakan rutin bulanan bertajuk Gerakan Bansos Sambong Mandiri. Sebuah tatanan kolaborasi unik berbasis lokalitas (pentahelix) yang membuktikan bahwa kepedulian sosial tak harus selalu menunggu uluran tangan dari pemerintah daerah.
Pendanaan aksi ini datang langsung dari ketulusan pengusaha lokal, Suma Novendi, pemilik SPBU Sambong. Dana yang disalurkan melalui TKSK Kecamatan Sambong tersebut kemudian dikelola oleh mahasiswa UTR Cepu untuk dibelanjakan kebutuhan pokok, dikemas, dan diantarkan langsung ke pintu-pintu rumah warga yang membutuhkan.
Sebelum turun ke lapangan, rombongan bertitik kumpul di kantin Kantor Kecamatan Sambong untuk menerima arahan sekaligus dilepas resmi oleh Camat Sambong, Sunarno, S.Sos., M.Si.
"Ini gerakan yang sangat luar biasa. Kolaborasi antara dunia usaha, akademisi, dan pendamping sosial di lapangan seperti ini harus terus dirawat," ungkap Camat Sambong mengapresiasi.

Mengembalikan Martabat, Memanen Doa Restu
Penanganan lansia tunggal (single elderly) sering kali hanya berfokus pada pemenuhan kalori fisik. Padahal, dari kacamata kesejahteraan psikososial, kebutuhan akan pengakuan keberadaan dan rasa dihargai (dignity) jauh lebih krusial di usia senja.
Hal inilah yang disentuh oleh tim penyalur. Saat mahasiswa menyodorkan bantuan, mereka tak lupa bersimpuh, menjabat tangan-tangan renta tersebut, dan meminta doa agar kelak menjadi insan yang sukses dan tidak lupa pada orang-orang yang membutuhkan.
Momen haru juga mewarnai penyaluran hari itu ketika Joko, Pendamping PKH Kecamatan Sambong yang ikut mendampingi, bertemu kembali dengan salah satu penerima manfaat yang dulunya merupakan warga dampingannya. Gelak tawa dan nostalgia singkat pecah di pelataran rumah kayu sederhana itu.
"Yang dilakukan adik-adik mahasiswa ini bukan cuma bagi-bagi bantuan, tapi mengembalikan martabat para lansia tunggal kita. Menyapa mereka sebagai orang tua sendiri. Itu nilainya mahal sekali," puji Joko.
Meretas Sambong, Menjangkau Seluruh Desa
Gerakan Bansos Sambong Mandiri dipastikan tidak berhenti di Desa Ledok. TKSK Sambong bersama seluruh elemen yang terlibat telah memasang patok target berikutnya. Bulan depan, giliran para lansia dan penyandang disabilitas di Desa Gadu yang akan disapa.
Gerakan ini telah berkomitmen untuk bergilir secara berkala menyisir seluruh desa yang ada di Kecamatan Sambong. Menjadikan Sambong tak hanya sekadar wilayah administratif di ujung timur Blora, tetapi juga sebagai rumah yang hangat, mandiri, dan penuh empati bagi siapa saja yang rapuh di dalamnya.

.jpg)