BLORA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar audiensi dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait mobilisasi al...
BLORA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora menggelar audiensi dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait mobilisasi alat berat proyek Pertamina melalui PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) yang melintasi wilayah Kecamatan Kradenan dan sekitarnya, Kamis (6/8/2026).
Audiensi yang dihadiri Barisan Perjuangan Pemuda Blora Selatan tersebut membahas kekhawatiran masyarakat terhadap dampak kendaraan bertonase besar terhadap kondisi jalan dan jembatan di wilayah yang dilalui.
Delapan Jembatan Telah Diinspeksi
Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Blora, Nidzamudin Al Hudda, S.T., menjelaskan bahwa sebelum mobilisasi dilakukan, pihak Pertamina telah berkoordinasi dengan DPUPR untuk menentukan jalur yang aman dilalui kendaraan pengangkut alat berat.
Menurutnya, kendaraan yang digunakan memiliki beban maksimal sekitar 80 ton sehingga diperlukan kajian teknis terhadap infrastruktur yang akan dilintasi.
DPUPR pun telah melakukan inspeksi terhadap delapan jembatan di sepanjang jalur tersebut. Dari hasil pemeriksaan, hanya Jembatan Pilang I yang dinilai memerlukan perkuatan sebelum dilalui kendaraan bermuatan berat.
Pertamina Siap Bertanggung Jawab
Nidzamudin menegaskan, Pertamina telah menyampaikan komitmen secara resmi untuk bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan jalan maupun jembatan akibat mobilisasi alat berat.
Bahkan, menurutnya, kerusakan sekecil apa pun akan tetap menjadi tanggung jawab perusahaan untuk diperbaiki.
"Pertamina sudah menyampaikan kepada kami bahwa apabila ada kerusakan, meskipun kerusakannya kecil, tetap akan diperbaiki," ujar Nidzamudin di hadapan peserta audiensi.
Perbaikan Jalan Sudah Dimulai dari Ngraho
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa proses perbaikan jalan bahkan telah mulai dilaksanakan secara bertahap dari wilayah Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menuju arah Kabupaten Blora.
DPUPR kini tinggal menunggu progres pekerjaan tersebut hingga memasuki wilayah Kabupaten Blora.
"Perbaikan ini sudah dilakukan mulai dari timur, dari Ngraho, Jawa Timur. Jadi kita menunggu pekerjaan itu berlanjut sampai ke wilayah Blora," jelasnya.
DPUPR Lakukan Pengawasan
DPUPR memastikan akan terus melakukan pengawasan terhadap proses mobilisasi maupun pelaksanaan perbaikan jalan agar seluruh komitmen yang telah disampaikan oleh pihak Pertamina benar-benar direalisasikan.
Melalui audiensi tersebut, DPRD berharap pelaksanaan proyek strategis nasional tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat serta menjaga kondisi infrastruktur jalan dan jembatan yang menjadi akses utama warga di wilayah Blora Selatan.