BLORA — Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA) akan menggelar aksi teatrikal, orasi, dan audiensi sebagai bentuk penyampaian a...
BLORA — Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA) akan menggelar aksi teatrikal, orasi, dan audiensi sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta kondisi pendidikan dan perlindungan anak.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Rabu, 16 September 2026
Waktu: Pukul 10.00 WIB
Lokasi: Kantor Bupati Blora
Penyelenggara: Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan dan Anak (MPPA)
Dalam aksi tersebut, MPPA menyerukan agar pelaksanaan MBG dihentikan sementara sampai seluruh aspek keamanan, kualitas makanan, kompetensi penyedia, serta sistem pengawasan benar-benar dipastikan berjalan sesuai standar.
Seruan ini sekaligus menjadi bentuk perhatian MPPA terhadap kepentingan anak dan dunia pendidikan. Keselamatan, kesehatan, kenyamanan, dan masa depan anak dinilai harus menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang menyasar peserta didik.
MBG Perlu Dievaluasi Secara Menyeluruh
MPPA mendorong pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan MBG, mulai dari keamanan pangan, kualitas makanan, kompetensi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mekanisme distribusi, pengawasan, hingga dampaknya terhadap kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Menurut MPPA, program yang diperuntukkan bagi anak harus memiliki standar keamanan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kesehatan anak tidak boleh menjadi ruang untuk coba-coba.
Sekolah Harus Kembali pada Fungsi Utama
MPPA juga menyerukan agar sekolah dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai tempat belajar dan mengajar.
Sekolah harus menjadi ruang yang aman, tenang, nyaman, dan kondusif sehingga peserta didik dapat berkonsentrasi belajar serta mengembangkan potensi mereka.
MPPA menilai setiap program yang dilaksanakan di lingkungan sekolah harus dipastikan tidak mengganggu hak anak memperoleh pendidikan yang nyaman dan berkualitas.
Tujuh Tuntutan MPPA
1. Kembalikan sekolah pada fungsi utamanya sebagai tempat belajar dan mengajar.
2. Ciptakan sekolah yang aman, tenang, dan nyaman bagi peserta didik.
3. Hentikan SPPG yang tidak kompeten dan pastikan pengelolaan makanan memenuhi standar keamanan.
4. Jamin makanan MBG yang aman dan bergizi bagi anak.
5. Perketat pengawasan SPPG agar transparan, profesional, dan bertanggung jawab.
6. Libatkan orang tua dan masyarakat dalam pengawasan kebijakan yang menyangkut anak.
7. Utamakan keselamatan dan masa depan anak karena pendidikan merupakan investasi masa depan bangsa.
Suara Orang Tua dan Masyarakat Harus Didengar
MPPA menegaskan bahwa orang tua dan masyarakat harus diberi ruang untuk menyampaikan pandangan serta melakukan pengawasan terhadap program yang berkaitan langsung dengan anak.
Karena itu, dialog, keterbukaan, dan pengawasan publik dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar berjalan sesuai kepentingan terbaik peserta didik.
Jangan Pertaruhkan Anak
Melalui aksi yang akan digelar Rabu, 16 September 2026 pukul 10.00 WIB di Kantor Bupati Blora, MPPA berharap pemerintah membuka ruang dialog dan evaluasi bersama seluruh pihak terkait.
Program yang baik tetap membutuhkan pengawasan dan evaluasi agar pelaksanaannya benar-benar memberikan manfaat bagi anak.
MPPA ingin menegaskan bahwa anak bukan sekadar objek kebijakan. Mereka adalah generasi yang akan menentukan masa depan bangsa.
“Sekolah tenang, anak senang. Anak sehat, pendidikan hebat. Jangan pertaruhkan anak. Lindungi anak.”
Pendidikan adalah investasi masa depan bangsa. Karena itu, keselamatan, kesehatan, dan hak anak untuk mendapatkan pendidikan yang baik harus selalu ditempatkan sebagai prioritas.