Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, membeberkan 3 tantangan utama di 2025, mencakup keterbatasan SDM dan sarana, serta bahaya provokasi medsos.
BLORA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., mengungkapkan tiga tantangan krusial yang harus dihadapi jajarannya sepanjang tahun 2025. Tantangan ini menjadi evaluasi mendasar bagi Polres Blora dalam merancang strategi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) untuk tahun 2026.
Menurut Kapolres, tantangan utama yang dihadapi bersifat struktural, infrastruktur, dan sosial-digital.
1. Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM)
AKBP Wawan Andi Susanto menyebut tantangan pertama dan paling mendasar adalah rasio perbandingan jumlah polisi dengan masyarakat yang tidak ideal.
"Kami menyadari adanya keterbatasan jumlah personil. Ini berdampak pada coverage wilayah dan penanganan kasus. Personil kami harus bekerja ekstra keras untuk melayani wilayah Blora yang luas, termasuk kawasan padat seperti Cepu dan Randublatung," jelas Kapolres, Selasa (9/12/2025).
Keterbatasan SDM ini menuntut Polres Blora untuk menerapkan manajemen personil yang lebih efisien dan terfokus.
2. Keterbatasan Sarana dan Prasarana
Tantangan kedua yang diakui Kapolres adalah masalah teknis, yaitu masih terbatasnya sarana dan prasarana. Hal ini meliputi mulai dari kendaraan patroli hingga fasilitas teknologi pendukung operasional.
"Untuk wilayah yang memiliki karakteristik geografis beragam seperti Blora, sarana yang memadai itu wajib. Keterbatasan ini tentu menghambat mobilitas dan kecepatan respons tim di lapangan," tambahnya.
3. Dinamika Masyarakat dan Provokasi Media Sosial
Tantangan ketiga sekaligus yang paling dinamis adalah kerawanan di media sosial. Kapolres menyoroti bahwa masyarakat mudah terprovokasi melalui media sosial terhadap kebijakan pemerintah, yang berpotensi menimbulkan konflik horizontal.
"Banyaknya beredar isu-isu yang bersifat provokatif dan hoax melalui media sosial merupakan ancaman serius terhadap stabilitas keamanan. Kami mencatat ini sebagai pelajaran penting di 2025," tegasnya.
Strategi Perbaikan 2026, Fokus Kualitas dan Digitalisasi
Menjelang tahun 2026, Polres Blora telah menetapkan tiga poin perbaikan utama sebagai respons langsung terhadap tantangan yang ada, yaitu :
Peningkatan Kemampuan Personil
Fokus tidak hanya pada penambahan kuantitas (yang memerlukan waktu), tetapi juga pada peningkatan kualitas dan spesialisasi setiap anggota.Kelengkapan Sarana
Melakukan upaya intensif untuk melengkapi Sarana dan Prasarana yang prioritas, terutama yang mendukung kecepatan respons dan patroli di area rawan.Mitigasi Digital
Memperkuat upaya pencegahan dan penindakan terhadap isu-isu provokatif. Langkah ini mencakup edukasi literasi digital secara masif kepada masyarakat dan penguatan unit siber Polres untuk mendominasi ruang narasi digital dengan informasi yang akurat dan positif.
AKBP Wawan Andi Susanto berharap, dengan evaluasi mendalam ini, Kamtibmas di Kabupaten Blora pada tahun 2026 dapat terjaga lebih optimal, memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
