BLORA – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora menjadi sorotan publik setela...
BLORA – Musyawarah Cabang (Muscab) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Blora menjadi sorotan publik setelah memunculkan 19 nama calon Ketua DPC PKB periode 2026–2031. Dinamika tersebut dinilai menjadi gambaran tingginya antusiasme kader sekaligus ujian kedewasaan demokrasi internal partai.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PKB, H. Abdullah Aminudin, menegaskan bahwa Muscab harus dijadikan momentum memperkuat soliditas partai, bukan justru memunculkan perpecahan di internal kader akan tetapi juga menjadi lokomotif kemenangan 2029.
“PKB adalah partai besar yang dibangun dengan semangat kekeluargaan dan perjuangan bersama. Muscab ini harus menjadi ruang konsolidasi, bukan justru melahirkan perpecahan,” ujar Abdullah Aminudin, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, banyaknya nama yang muncul dalam penjaringan menunjukkan besarnya gairah kader untuk ikut membesarkan PKB di Kabupaten Blora. Namun seluruh proses, kata dia, harus tetap berjalan dalam koridor organisasi serta menghormati mekanisme partai.
“Semangat kader yang tinggi adalah aset partai. Tetapi loyalitas, kebersamaan, dan penghormatan terhadap keputusan organisasi tetap harus menjadi prioritas,” tambahnya.
Dari Enam Nama Menjadi 19 Kandidat
Sebelumnya, DPP PKB melalui proses penjaringan informal telah mengantongi enam nama awal yang dinilai potensial memimpin PKB Blora. Keenam nama tersebut yakni Arief Rohman, Abdul Hakim, Mustopa, Maslikan, Arifin, dan Panca Rini.
Namun dalam forum Muscab yang digelar Minggu malam (19/4/2026), sejumlah Pengurus Anak Cabang (PAC) dari berbagai kecamatan mengusulkan tambahan nama baru. Total keseluruhan kandidat yang muncul mencapai 19 orang.
Beberapa nama tambahan yang diusulkan antara lain Mochamad Muchklisin, Ahmad Fahim Mulaby, M. Muklisin, Eva Monalisa, K.H. Nasir, Setya Utama, Jamuri, Munawar, Khilmi Yulian Jaya, M. Husaeni, Asrofin, hingga Yusuf Nurbaidi yang mengajukan dirinya sendiri melalui PAC Kecamatan Japah.
Ketua DPC PKB Blora periode 2021–2026, Abdul Hakim, menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan ketua kini tidak lagi sepenuhnya menggunakan pola pemilihan langsung dari bawah.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan kompetisi internal yang terlalu terbuka berpotensi memicu fragmentasi kader.
“Tidak menjamin pemilihan ketua diserahkan penuh ke bawah akan menghasilkan pemimpin partai yang bagus,” ujarnya.
Sebagai bagian dari mekanisme baru, seluruh nama yang muncul nantinya akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Proses tersebut akan melibatkan unsur akademisi selain DPP dan DPW PKB.
“Nantinya nama-nama yang muncul dalam usulan akan menjalani UKK dengan melibatkan kalangan akademisi, selain dari DPP dan DPW,” kata Abdul Hakim.
Dinilai Jadi Contoh Demokrasi Internal Partai
Munculnya 19 kandidat dalam satu Muscab dinilai menjadi fenomena menarik di tingkat daerah. Selain menunjukkan keterbukaan ruang kaderisasi, langkah PKB melibatkan unsur akademisi dalam UKK juga disebut sebagai upaya menghadirkan proses seleksi yang lebih objektif dan terukur.
Abdullah Aminudin berharap siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin DPC PKB Blora mampu menjadi perekat seluruh elemen partai dan memperkuat kedekatan PKB dengan masyarakat.
“Siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin DPC PKB Blora, harus mampu menjadi perekat kader dan membawa partai semakin dekat dengan rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk menjaga suasana Muscab tetap kondusif dan menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari penguatan organisasi menuju agenda politik mendatang.
Muscab PKB Blora sendiri masih akan berlanjut dengan tahapan UKK sebelum nantinya DPP PKB menetapkan kepengurusan definitif untuk periode 2026–2031.