BLORA – Mentari pagi di hari Jumat pertama tahun 2026 menyapu halaman Mapolres Blora dengan cahaya yang lembut. Di sana, barisan personel g...
BLORA – Mentari pagi di hari Jumat pertama tahun 2026 menyapu halaman Mapolres Blora dengan cahaya yang lembut. Di sana, barisan personel gabungan berdiri tegap, menandakan bahwa meski euforia pergantian tahun mulai meluruh, tugas negara belum benar-benar tuntas. Pada Jumat (02/01/2026), sebuah apel kesiapan digelar bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen pelayanan di titik nadir libur panjang.
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., berdiri di podium dengan raut yang tenang namun penuh wibawa. Di hadapannya, jajaran Pejabat Utama hingga personel dari berbagai satuan—Samapta, Lantas, hingga Reserse—menyimak dengan saksama. Agenda kali ini jelas: mengawal arus balik dan memastikan warga yang menghabiskan sisa liburan di objek wisata merasa terlindungi.
"Syukur Alhamdulillah, pelaksanaan Natal dan Tahun Baru di Kabupaten Blora berjalan aman dan lancar berkat kinerja rekan-rekan semua," ucap AKBP Wawan membuka arahannya. Suaranya mantap, menyelipkan apresiasi atas kerja keras bawahannya yang telah menjaga kondusivitas wilayah selama sepekan terakhir.
Namun, Kapolres mengingatkan bahwa "panggung" keamanan kini berpindah fokus. Jika sebelumnya konsentrasi terbelah pada rumah ibadah dan perayaan tahun baru, kini giliran Goa Terawang di Todanan, keelokan Noyo Gimbal View di Jepon, hingga tenangnya air di Waduk Tempuran yang diprediksi akan dibanjiri pelancong pada akhir pekan terakhir sebelum rutinitas kembali normal pada Senin mendatang.
Ada yang berbeda dalam instruksi Kapolres kali ini. Ia tidak hanya bicara soal teknis pengamanan atau pembagian personel secara proporsional oleh Kabag Ops. Ia menyentuh sisi kemanusiaan para anggotanya. AKBP Wawan meminta agar tugas pengamanan wisata dijalankan dengan "hati yang gembira". Sebuah perspektif unik di mana polisi diminta memposisikan diri seolah sedang berlibur bersama masyarakat yang mereka jaga.
"Dalam pelaksanaan tugas, kita harus memegang prinsip 5S, yaitu Subur, Sabar, Sholat, Sedekah, dan Silaturahmi," tegasnya. Pesan ini seolah menjadi kompas moral bagi para personel agar tetap humanis meski raga mungkin mulai lelah. Menjadi polisi yang bermanfaat, menurut AKBP Wawan, adalah muara dari seluruh dedikasi yang dijalankan.
Pelayanan ekstra ini akan terus disiagakan hingga Minggu nanti. Di sela deru mesin kendaraan pemudik yang mulai memadati jalanan Blora menuju arah barat maupun timur, Polres Blora mencoba hadir bukan sebagai sosok yang kaku, melainkan sebagai kawan perjalanan yang menjamin setiap senyum di objek wisata dan setiap putaran roda di arus balik berakhir dengan selamat.