Polsek Kunduran gelar Jumat Berkah di Kalangrejo. Tak sebatas bantuan materiil, tapi langkah nyata memperkuat kohesi sosial dan spiritual masyarakat
KUNDURAN - Mentari di langit Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, pada Jumat pagi, 6 Februari 2026, memancarkan kehangatan yang tak biasa. Di bawah naungan atap Mapolsek Kunduran, suasana formal yang biasanya kaku seketika luruh, berganti dengan guratan senyum tulus yang menghiasi wajah-wajah sepuh dari Desa Kalangrejo. Hari itu, institusi Polri bukan sekadar penegak hukum yang dingin, melainkan hadir sebagai sosok "pelindung" dalam arti yang paling harfiah: memastikan perut rakyatnya tak keroncongan.
Program yang bertajuk "Jumat Berkah" ini menjadi panggung bagi Iptu Budi Santoso dan jajarannya untuk membuktikan bahwa jargon "Polres Blora Hebat" bukanlah sekadar pemanis di baliho pinggir jalan. Melalui tangan-tangan sigap Bhabinkamtibmas seperti Bripka Mahendra, paket-paket sembako itu berpindah tangan. Bagi Sunarti atau Suparni, warga RT 01 RW 01 Desa Kalangrejo, kehadiran polisi pagi itu adalah manifestasi dari kehadiran negara yang peduli pada hal-hal paling mendasar.
Sentuhan Bidadari Bhayangkari dan Diplomasi Akar Rumput
Kehadiran Ketua Bhayangkari Ranting Kunduran beserta anggotanya memberikan dimensi lain, tanpa selendang untuk terbang, namun hadir bagai para bidadari yang hendak mandi di sendang kehidupan. Ada aspek kelembutan dan pendekatan keluarga yang sangat kental. Secara psikologi sosial, kehadiran unsur perempuan dalam aksi sosial mampu menurunkan ketegangan dan menciptakan rasa percaya (trust) yang lebih dalam dari masyarakat terhadap institusi Kepolisian.
Setiap paket sembako yang diberikan kepada sepuluh warga pilihan tersebut bukan hanya berisi kebutuhan pokok. Di dalamnya tersemat pesan keamanan yang persuasif. Ketika kebutuhan perut terpenuhi dan perhatian diberikan secara personal, resistensi masyarakat terhadap potensi gangguan keamanan akan menurun secara alami. Inilah yang disebut dengan menciptakan stabilitas keamanan berbasis kesejahteraan sosial.
Ketertiban yang Mengakar Dalam
Pelaksanaan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB itu berjalan dengan sangat tertib. Tak ada kerumunan yang berdesakan, hanya ada antrean penuh martabat. Hal ini mencerminkan bahwa komunikasi publik yang dibangun oleh Polsek Kunduran telah mencapai titik puncaknya, di mana masyarakat merasa dihargai sehingga mereka membalasnya dengan kepatuhan. Hingga acara berakhir, atmosfer kondusif tetap terjaga, meninggalkan jejak spiritualitas dan optimisme bagi warga Kunduran di penghujung pekan yang suci ini.
Mari kita dukung langkah nyata Polri dalam membangun manusia yang seutuhnya. Bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat kebaikan dan kolaborasi antara masyarakat dengan penegak hukum demi Blora yang lebih sejahtera!


