Blora Selatan , 9 Februari 2026 – “Media yang seharusnya menjadi pengawal kedaulatan rakyat kini terlalu sering menjadi corong kekuasaan dan...
Blora Selatan, 9 Februari 2026 – “Media yang seharusnya menjadi pengawal kedaulatan rakyat kini terlalu sering menjadi corong kekuasaan dan pesanan oligarki,” tegas Grek, aktivis Front Blora Selatan. “Alih-alih melindungi kepentingan rakyat, banyak media justru menyalurkan narasi yang menguntungkan segelintir elit politik dan oligarki.”
Di era pemilik modal dan kekuasaan yang membanjiri media dengan kepentingan politik dan bisnis, pers yang idealis yang benar-benar berpihak pada rakyat menjadi semakin langka. Grek menekankan, tanpa pers seperti itu, masyarakat hanya akan mendengar gema kepentingan segelintir elit, bukan fakta yang menyelamatkan hidup mereka.
Menurut Grek, realitas pers modern membuat rakyat kehilangan arah. Berita nyaman bagi penguasa dijual sebagai fakta, sementara suara rakyat yang tertindas tenggelam dalam kebisingan informasi yang bias. Dampaknya, demokrasi menjadi ilusi, dan rakyat berubah menjadi boneka opini.
“Aktivisme pers itu brutal,” kata Grek. “Pers harus menjadi senjata untuk menantang ketidakadilan, pengawal rakyat, bukan pengawal elit. Jika media takut bersuara, masyarakat yang rugi. Jika rakyat diam, ketidakadilan menang.” Ia menekankan bahwa idealisme pers harus dijaga meski sulit, karena itulah jantung demokrasi yang sehat.
Di momentum Hari Pers Nasional 2026, Grek menyampaikan pesan tegas: “Selamat Hari Pers Nasional! Ingat, pers yang berpihak pada rakyat bukan sekadar slogan. Jadilah mata yang menembus kebohongan, telinga yang mendengar suara rakyat yang tertindas, dan suara yang menjerit melawan ketidakadilan. Pers yang idealis itu langka, tapi justru itulah yang membuatnya vital.”
Narasi ini menegaskan satu hal: tanpa pers yang berani dan idealis, masyarakat hanya akan tersesat dalam arus informasi yang dikendalikan kepentingan segelintir orang. Pers bukan sekadar kata-kata di kertas atau layar, tapi benteng terakhir rakyat menghadapi gelombang ketidakadilan.
