Polres Blora amankan 13 tersangka judi dan 2 kg bahan peledak dalam Operasi Pekat Candi 2026 demi kenyamanan ibadah Ramadan dan Idulfitri masyarakat.
![]() |
| Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, S.H., M.H. |
Langkah kaki aparat Kepolisian Resor (Polres) Blora bergerak lincah menembus sudut-sudut keramaian hingga ke wilayah terpencil untuk memastikan ketenangan batin masyarakat menjelang bulan suci. Melalui komando yang presisi, Operasi Pekat Candi 2026 menjadi instrumen utama dalam membedah dan membersihkan berbagai patologi sosial yang berpotensi merusak tatanan moral serta keamanan di wilayah hukum Blora. Fokus utama dari pergerakan ini adalah menciptakan ruang publik yang bersih dari praktik perjudian dan ancaman bahan peledak ilegal sehingga warga dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan hati yang damai.
Kapolres Blora melalui Kasatreskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin, mengungkapkan bahwa eskalasi penindakan dilakukan secara terukur dan sistematis hingga periode operasi berakhir pada 8 Maret 2026. Keberhasilan ini mencerminkan komitmen kuat kepolisian dalam memitigasi risiko keamanan sejak dini. Setiap tindakan yang diambil merupakan bentuk perlindungan nyata terhadap integritas spirituil masyarakat yang sedang bersiap menjalankan ibadah puasa secara khusyuk.
Ringkasan Penangkapan, Drama Perjudian di Semanggi dan Jejaring Digital
Ketegasan aparat membuahkan hasil signifikan dengan mengamankan total 13 orang pelaku yang terlibat dalam berbagai aktivitas perjudian. Sorotan utama tertuju pada penggerebekan di wilayah Semanggi, di mana delapan orang tertangkap basah sedang mengadu nasib lewat permainan judi dadu. Petugas di lapangan berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang meliputi mata dadu, piring alas permainan, hingga tumpukan uang taruhan yang menjadi bukti autentik praktik melanggar hukum tersebut.
Fenomena ini menunjukkan bahwa penyakit masyarakat masih mencari celah di tengah modernitas, mengingat sebagian pelaku lainnya terjerat dalam jaringan perjudian daring atau judi online. AKP Zaenul Arifin menegaskan bahwa seluruh tersangka kini sedang menjalani proses pemeriksaan mendalam sesuai regulasi hukum yang berlaku. Langkah represif ini diambil untuk memberikan efek jera sekaligus memutus rantai perilaku destruktif yang seringkali menjadi pemicu konflik sosial dan degradasi ekonomi keluarga.
Ancaman Bubuk Maut, Penyitaan Bahan Peledak di Jalur Kunduran–Doplang
Selain menyasar meja judi, intelijen Polres Blora berhasil mengendus peredaran gelap bahan berbahaya di kawasan Jalan Kunduran–Doplang. Dalam operasi senyap tersebut, petugas menyita sekitar dua kilogram bubuk bahan peledak yang rencananya akan digunakan sebagai bahan baku mercon. Temuan ini menjadi sangat krusial karena daya ledak bahan kimia tersebut mampu memicu luka fisik yang fatal, kerusakan material yang masif, serta ancaman langsung terhadap nyawa manusia di sekitarnya.
Kepolisian memandang penyitaan ini sebagai langkah penyelamatan nyawa yang sangat vital, terutama dalam tradisi menyambut Lebaran yang terkadang masih diwarnai dengan penggunaan petasan berbahaya. Dengan mengamankan bahan peledak ilegal ini, Polres Blora secara otomatis telah menutup celah terjadinya tragedi kemanusiaan yang sering menghiasi pemberitaan saat perayaan hari besar. Pengawasan ketat pada distribusi bahan peledak menjadi prioritas utama guna memastikan stabilitas keamanan tetap terjaga tanpa gangguan dentuman yang mencemaskan.
Sinergi Kolektif, Menjaga Generasi Muda dari Balap Liar dan Petasan
Kesuksesan Operasi Pekat Candi 2026 tidak hanya bersandar pada kekuatan senjata dan lencana, namun juga pada kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat Blora. Polres Blora secara persuasif mengimbau para orang tua, khususnya yang memiliki anak di usia pelajar SMP dan SMA, agar memperketat pengawasan terhadap aktivitas buah hati mereka. Edukasi mengenai bahaya bermain petasan dan larangan keras terhadap balap liar menjadi pesan utama yang disuarakan untuk melindungi masa depan generasi muda Cepu Raya.
Partisipasi aktif warga dalam memberikan informasi dan menjaga lingkungan masing-masing akan menjadi benteng pertahanan terkuat dalam melawan gangguan kamtibmas. Kepolisian memastikan bahwa tidak ada ruang bagi praktik yang meresahkan masyarakat selama bulan Ramadan. Melalui perpaduan langkah preventif dan represif ini, Blora diharapkan menjadi role model wilayah yang mampu menyinergikan pembangunan materiil keamanan dengan pembangunan spirituil keagamaan yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
