BLORA – Polsek Jepon menggelar Polsek Jepon Mural Competition dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kompetisi berskala nasional ...
BLORA – Polsek Jepon menggelar Polsek Jepon Mural Competition dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kompetisi berskala nasional ini menjadi wadah kolaborasi antara Polri dan komunitas seni mural untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui karya kreatif.
"Mural yang Kami Rawat, Pesan yang Kami Jaga"
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk keterlibatan masyarakat, khususnya para seniman mural, dalam menciptakan lingkungan yang lebih indah sekaligus membangun kesadaran menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kami mengajak para seniman mural untuk berkontribusi mempercantik lingkungan Polres Blora - Polsek Jepon melalui karya-karya terbaik mereka. Hasil mural ini akan kami rawat sehingga dapat menjadi media edukasi dan kebanggaan bersama dalam jangka waktu yang lama," ujar Kapolres.
Dari Jakarta hingga Rembang: Semangat Berkarya Tanpa Batas
Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi. Seniman yang hadir berasal dari berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Salatiga, Madiun, Solo hingga Rembang.
"Komunitas mural ini sangat kompak. Ketika ada ruang untuk berkarya, mereka datang dan menghasilkan karya-karya yang luar biasa dengan ciri khas masing-masing," katanya.
Jadilah Polisi bagi Diri Sendiri
Kapolres menjelaskan, tema "Jaga Kamtibmas, Mulai Dari Kita" mengandung makna bahwa menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.
"Jadilah polisi bagi diri sendiri. Hal sederhana seperti mengunci ganda sepeda motor, tidak memakai perhiasan berlebihan saat bepergian, hingga memastikan kendaraan dalam kondisi layak sebelum digunakan merupakan bentuk menjaga kamtibmas yang dimulai dari diri sendiri," jelasnya.
Dari Lomba Kecamatan ke Panggung Nasional
Sementara itu, Kapolsek Jepon IPTU Moh. Junaidi, S.H., M.H. mengatakan kompetisi mural ini menjadi sarana menggandeng komunitas seni rupa agar ikut berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Blora.
"Kami menggandeng komunitas seni rupa untuk bersama-sama menjaga kamtibmas. Harapannya, semua elemen masyarakat dapat mengambil peran sebagai polisi bagi dirinya sendiri, sesuai tema yang kami usung, yaitu Jaga Kamtibmas, Mulai Dari Kita," ungkapnya.
Ia menjelaskan, sebelum menggelar kompetisi tingkat nasional, Polsek Jepon telah lebih dahulu mengadakan lomba mural tingkat kecamatan yang diikuti pelajar SMP dan SMA.
"Ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya. Tahun ini kami tingkatkan menjadi skala nasional agar jangkauannya lebih luas dan semakin banyak komunitas seni yang terlibat," katanya.
22 Peserta, 17 dari Luar Daerah: Bukti Seni Menyatukan
IPTU Junaidi menyebutkan, kompetisi kali ini diikuti 22 peserta, terdiri dari 17 peserta dari luar daerah dan 5 peserta lokal Kabupaten Blora.
Menurutnya, tingginya animo peserta menunjukkan bahwa seni mural mampu menjadi media efektif untuk menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat.
"Kami berharap budaya menjadi polisi bagi diri sendiri dapat tumbuh di tengah masyarakat. Minimal mampu menjaga diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar sehingga keamanan menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas kepolisian," pungkasnya.
Menjadikan Seni sebagai Warisan Edukasi untuk Masa Depan
Melalui penyelenggaraan Polsek Jepon Mural Competition, Polres Blora berharap sinergi antara Polri dan komunitas kreatif terus terjalin, sekaligus menjadikan seni sebagai media edukasi yang mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.