BLORA — Estafet kepemimpinan di Markas Polres Blora resmi berpindah tangan. Suasana khidmat menyelimuti prosesi serah terima jabatan yang me...
BLORA — Estafet kepemimpinan di Markas Polres Blora resmi berpindah tangan. Suasana khidmat menyelimuti prosesi serah terima jabatan yang menandai dimulainya babak baru pengabdian di jajaran kepolisian setempat, Jumat (30/7/2026).
Nama AKBP Inggal Widya Perdana, S.H., S.I.K., M.Si. kini resmi tercatat sebagai Kapolres Blora, menggantikan AKBP Wawan Andi Susanto yang dipercaya menempati posisi strategis sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur - sebuah promosi yang turut membanggakan keluarga besar Polres Blora.
Menyapa Publik dengan Ketulusan
Di tengah hiruk-pikuk tugas kepolisian, AKBP Inggal memilih memulai langkah pertamanya dengan pendekatan yang humanis. Dalam pernyataan perdananya kepada masyarakat Blora, ia tak hanya menyampaikan rasa syukur, tetapi juga menundukkan kepala atas kepercayaan besar yang diletakkan di pundaknya.
"Alhamdulillah, saya menerima amanah ini sebagai sebuah kehormatan. Kami bertekad mengabdi dengan segenap jiwa dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi segenap warga Blora," tuturnya dengan nada mantap.
Baginya, jabatan bukanlah sekadar atribut, melainkan panggilan untuk hadir di tengah kesulitan rakyat dan menjadi solusi atas setiap persoalan.
Filosofi 'HEBAT': Bukan Sekadar Slogan
Lebih dari sekadar jargon seremonial, AKBP Inggal menggaungkan filosofi "HEBAT" yang merupakan akronim dari Hadir, Berbuat, dan Bermanfaat,sebagai kompas moral bagi seluruh jajarannya.
Ia meyakini bahwa eksistensi Polri di mata masyarakat diukur dari tiga hal fundamental: kehadiran fisik di setiap sudut wilayah, aksi nyata yang terukur, serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh warga. Konsep ini, menurutnya, menjadi batu uji bagi profesionalisme aparat di lapangan.
Merangkul Media sebagai Mitra Intelektual
Menarik perhatian, dalam kesempatan yang sama, Kapolres baru ini secara terbuka merangkul insan pers. Ia menilai media massa bukanlah sekadar corong informasi, melainkan mitra intelektual yang memiliki daya kritis untuk mendorong kemajuan daerah.
"Media adalah jembatan antara kami dan publik. Sinergi yang telah terbangun dengan baik selama ini, harus kita rawat dan perkuat. Karena kemajuan Blora tidak akan tercapai tanpa kolaborasi yang sehat antara aparat dan pers," ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi angin segar bagi para wartawan, yang selama ini kerap berada di posisi dilematis antara kontrol sosial dan kerja sama institusional.
Menyelaraskan Visi dengan Forkopimda
Tak hanya fokus pada hubungan eksternal dengan media, AKBP Inggal juga berkomitmen untuk menyelaraskan visi dengan seluruh elemen Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Baginya, stabilitas keamanan tidak bisa dibangun sendiri—melainkan merupakan hasil simfoni dari seluruh pemangku kebijakan di Bumi Blora.
"Kami siap bahu-membahu dengan Forkopimda. Satu tujuan kami, yaitu menjaga denyut nadi kamtibmas tetap kondusif. Hanya dengan cara itulah Blora bisa terus melangkah maju dan menjadi tempat yang nyaman untuk ditinggali," tandasnya.
Jejak Langkah Sang Pemimpin
Di balik kebijaksanaan kata-katanya, AKBP Inggal bukanlah sosok asing di dunia kepolisian. Sebelum mendarat di Blora, ia menorehkan rekam jejak gemilang di Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Polri sebagai Akreditor Propam Kepolisian Muda Tingkat I. Namanya juga pernah harum saat menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Jombang dan Kapolsek Sedati Polresta Sidoarjo.
Pengalaman multidimensi itu lah yang kini menjadi modal berharga. Masyarakat Blora pun menaruh harapan besar agar kepemimpinan AKBP Inggal mampu menghadirkan angin perubahan—membawa Polres Blora melesat lebih profesional, humanis, dan berwibawa dalam memberikan perlindungan serta pengayoman.
Penutup
Di ujung sambutannya, AKBP Inggal menitipkan pesan sederhana namun bermakna: "Keamanan adalah hak setiap warga, dan kami hadir untuk menjaganya." Sebuah kalimat penutup yang elegan, sekaligus menjadi janji yang kini tertanam di bumi Blora.