BLORA — Jembatan Kidangan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menjadi perhatian setelah dua informasi kecelakaan lalu lintas muncul dalam ren...
BLORA — Jembatan Kidangan, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, menjadi perhatian setelah dua informasi kecelakaan lalu lintas muncul dalam rentang waktu kurang dari lima jam pada Senin (17/8/2026).
Kondisi tersebut mendorong Satlantas Polres Blora bersama Dishub/Dinrumkimhub Kabupaten Blora melakukan pengecekan langsung di lokasi. Kepadatan arus kendaraan dan penyempitan jalan menjadi sejumlah temuan yang kemudian dibawa ke dalam pembahasan lintas sektor.
Kecelakaan Pertama Tercatat Polisi
Kecelakaan pertama terjadi sekitar pukul 17.10 WIB di sisi barat Jembatan Kidangan, wilayah Dukuh Pelem, Kelurahan Jepon.
Peristiwa tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha R25 yang dikendarai YPK (46), warga Desa Geneng, Kecamatan Jepon, dan Honda Megapro yang dikendarai MLT (40), warga Desa Puledagel, Kecamatan Jepon.
Honda Megapro juga membawa seorang pelajar berusia 13 tahun sebagai pembonceng. Korban mengalami luka pada bagian wajah dan mendapatkan penanganan medis.
Menurut keterangan kepolisian, kedua kendaraan bergerak dari arah timur. Saat berada di kawasan barat jembatan, pengendara Honda Megapro berusaha mendahului kendaraan di depannya.
Saat melakukan manuver, kendaraan tersebut disebut melambung terlalu ke kanan hingga jaraknya dengan Yamaha R25 menjadi dekat. Benturan pun tidak dapat dihindari.
Kecelakaan Kedua Belum Tercatat Resmi
Sekitar pukul 21.00 WIB, atau belum genap lima jam setelah kejadian pertama, kembali muncul informasi kecelakaan di sekitar Jembatan Kidangan.
Informasi dari masyarakat menyebut kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Kawasaki Ninja dan kendaraan roda empat. Kedua kendaraan disebut bergerak dari arah timur sebelum terjadi kecelakaan.
Namun, hingga dilakukan konfirmasi, Satlantas Polres Blora menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kejadian kedua.
“Sampai sekarang belum ada laporan, Mas,” kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Blora Ipda Bayu Destya.
Dengan demikian, kecelakaan pertama telah tercatat dan ditangani kepolisian, sementara informasi kejadian kedua masih berdasarkan keterangan masyarakat dan disebut diselesaikan secara kekeluargaan.
Kepadatan dan Penyempitan Jalan Jadi Perhatian
Munculnya dua informasi kecelakaan dalam waktu berdekatan membuat kondisi Jembatan Kidangan mendapat perhatian lebih.
Satlantas Polres Blora bersama Dishub/Dinrumkimhub kemudian melakukan pengecekan lapangan untuk melihat kondisi lalu lintas maupun fasilitas keselamatan di kawasan tersebut.
Kasi MRLL Dishub/Dinrumkimhub Kabupaten Blora, Satriyo, mengatakan hasil survei menemukan adanya kepadatan lalu lintas dan penyempitan jalan.
“Pertama terkait tingginya kepadatan lalu lintas, kemudian ada penyempitan jalan Jembatan Kidangan,” ujar Satriyo.
Menurut dia, hasil survei tersebut akan dibawa ke forum lalu lintas untuk menentukan mekanisme penanganan berikutnya.
“Setelah hasil survei hari ini, kita akan mengadakan forum lalu lintas untuk mekanisme penanganan lanjutan terkait seringnya kejadian laka lantas di Jembatan Kidangan ini,” katanya.
Polisi: Kecelakaan Tidak Semata karena Jalan
Di tengah evaluasi kondisi jalan, kepolisian mengingatkan agar persoalan kecelakaan tidak hanya diarahkan pada faktor infrastruktur.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Blora Ipda Puguh Agung Dwi Pambuditomo meminta pengguna jalan tetap berhati-hati dan menaati aturan lalu lintas.
“Saya mengingatkan kepada diri saya sendiri, dan untuk pengguna jalan, agar tetap selalu berhati-hati dan taat pada tata tertib,” ujarnya.
Ia menegaskan perilaku pengendara juga menjadi faktor penting dalam keselamatan.
“Karena pada dasarnya kecelakaan diawali dari pelanggaran,” tegasnya.
Penanganan Tidak Hanya Soal Infrastruktur
Kondisi Jembatan Kidangan menunjukkan bahwa penanganan keselamatan membutuhkan pendekatan menyeluruh. Kepadatan lalu lintas dan penyempitan jalan perlu dievaluasi, tetapi disiplin pengguna jalan juga harus menjadi bagian dari solusi.
Satlantas dan pemerintah daerah kini menyiapkan pembahasan lintas sektor untuk menentukan langkah yang dapat segera diterapkan di kawasan tersebut.
Masyarakat pun berharap hasil pengecekan tidak berhenti sebagai catatan, melainkan diterjemahkan menjadi langkah nyata demi mencegah kecelakaan berikutnya.