BLORA – RSUD dr. R. Soetijono Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan tekn...
BLORA – RSUD dr. R. Soetijono Blora kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan menghadirkan teknologi pencitraan modern, CT-Scan 64 Slice. Fasilitas ini dirancang untuk menghasilkan gambaran anatomi tubuh secara lebih detail dan mendukung pemeriksaan dengan waktu yang jauh lebih cepat dibandingkan generasi sebelumnya.
Pengembangan dari Layanan CT-Scan Sebelumnya
Kehadiran CT-Scan 64 Slice merupakan pengembangan dari layanan CT-Scan yang sebelumnya telah dimiliki rumah sakit. Dengan teknologi terbaru ini, RSUD Blora berupaya memperluas kemampuan diagnostik sekaligus mempercepat proses penanganan pasien, terutama untuk kasus-kasus gawat darurat seperti stroke, kecelakaan, dan nyeri dada.
Direktur RSUD dr. R. Soetijono Blora, dr. Puji Basuki, melalui Kepala Bidang Pelayanan, dr. Ikawati Rahmi Dewi, menyampaikan bahwa kehadiran alat ini diharapkan mampu mempercepat diagnosis sehingga dokter dapat menentukan langkah penanganan secara lebih tepat dan cepat.
"Dengan teknologi tersebut, kami berharap proses diagnosis dapat dilakukan lebih cepat sehingga dokter dapat menentukan langkah penanganan pasien dengan lebih tepat," ujar dr. Ikawati.
Kecepatan dan Ketelitian Diagnostik
Kecepatan menjadi salah satu keunggulan utama dari CT-Scan 64 Slice. Dalam satu putaran, alat ini menghasilkan 64 irisan gambar yang memungkinkan pemindaian seluruh tubuh selesai dalam kisaran waktu 10 hingga 15 detik. Kemampuan ini sangat bermanfaat bagi pasien anak-anak maupun lanjut usia yang mungkin sulit mempertahankan posisi diam dalam waktu lama.
Selain kecepatan, tingkat detail yang dihasilkan juga mengalami peningkatan signifikan. CT-Scan 64 Slice mampu mendeteksi batu ginjal berukuran kecil, tumor kecil, hingga membantu melihat sumbatan pembuluh koroner tanpa menggunakan kateter pada pemeriksaan tertentu. Rekonstruksi gambar tiga dimensi juga tersedia untuk mendukung pemeriksaan kasus patah tulang kompleks.
Keamanan dan Kenyamanan Pasien
Dari sisi keamanan, teknologi ini menawarkan pengurangan dosis radiasi sekitar 40 persen lebih rendah dibandingkan CT-Scan 16 Slice sebelumnya, meskipun dosis aktual tetap bergantung pada jenis pemeriksaan dan protokol yang digunakan. Hal ini menjadi perhatian penting dalam upaya rumah sakit memberikan pelayanan yang aman bagi pasien.
Fasilitas ini juga dirancang dengan lubang pemeriksaan atau bore berukuran 78 sentimeter, sehingga mampu menampung pasien dengan berat badan hingga sekitar 200 kilogram sesuai dengan ketentuan teknis dan medis alat.
Waktu Hasil Pemeriksaan Cepat
Waktu pembacaan hasil pemeriksaan dapat diperoleh kurang dari dua jam, bergantung pada jenis pemeriksaan dan kondisi layanan. Kecepatan ini diharapkan membantu dokter memperoleh informasi diagnostik lebih cepat, terutama untuk kondisi-kondisi yang membutuhkan penanganan segera.
Tarif Terjangkau dan Proses BPJS
Untuk pasien umum, tarif CT-Scan 64 Slice ditetapkan sebesar Rp1.500.000. Angka ini dinilai kompetitif mengingat teknologi yang ditawarkan serta biaya transportasi dan akomodasi yang dapat ditekan karena pelayanan tersedia di Blora. Proses pengajuan agar layanan dapat dijamin BPJS Kesehatan masih berlangsung, sehingga untuk sementara layanan berlaku bagi pasien umum.
"Jadi, masyarakat tidak perlu langsung berasumsi bahwa pemeriksaan dengan teknologi canggih selalu mahal. Kami berupaya memberikan tarif yang kompetitif sekaligus mendekatkan akses pelayanan kepada masyarakat," ungkap dr. Ikawati.
Penguatan Layanan RSUD Blora
Kehadiran CT-Scan 64 Slice sekaligus memperlihatkan arah pengembangan RSUD dr. R. Soetijono Blora yang tidak hanya mengandalkan pelayanan dasar. Rumah sakit berupaya memperkuat kemampuan diagnosis melalui fasilitas penunjang yang semakin modern. Penguatan ini juga didukung pengembangan layanan Cathlab dengan teknologi Digital Subtraction Angiography atau DSA yang telah hadir sebelumnya. Kedua fasilitas tersebut diharapkan saling melengkapi dalam mendukung pelayanan pasien dengan kebutuhan pemeriksaan yang lebih kompleks.
"Kami ingin RSUD dr. R. Soetijono Blora menjadi rumah sakit rujukan yang semakin kuat bagi masyarakat Blora dan wilayah sekitarnya, dengan pelayanan yang profesional, teknologi yang memadai, biaya yang terjangkau, dan tetap mengutamakan keselamatan pasien," pungkas dr. Ikawati.