BLORA — Doa dan didikan orang tua menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman. Menurutnya, keberkahan, d...
BLORA — Doa dan didikan orang tua menjadi fondasi penting dalam perjalanan hidup Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman. Menurutnya, keberkahan, doa orang tua, serta usaha dan ikhtiar yang terus dipelihara mengantarkannya hingga dipercaya memimpin Kabupaten Blora.
Hal itu disampaikan Bupati Arief Rohman di hadapan para siswa saat mengikuti Blora Bersholawat di halaman SMP Negeri 2 Blora, Jumat, 9 Oktober 2026.
Doa Orang Tua, Fondasi Perjalanan Hidup
Bupati Arief menuturkan bahwa dirinya terbiasa mengaji sejak kecil. Ia meyakini doa dan didikan orang tua menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidupnya hingga memperoleh amanah sebagai Bupati Blora.
“Saya dahulu juga pernah duduk di bangku sekolah seperti kalian. Saya berasal dari desa dan tidak pernah membayangkan bisa mencapai posisi seperti sekarang ini. Namun, yang terpenting adalah keberkahan, doa orang tua, dan usaha yang terus kita lakukan. Insyaallah, dengan doa dan ikhtiar, anak-anak semuanya juga bisa meraih kesuksesan,” ungkapnya.
Ungkapan itu bukan sekadar cerita masa lalu. Ia ingin menegaskan bahwa asal-usul bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Yang menentukan bukan hanya tempat kelahiran, melainkan kesungguhan untuk belajar, menjaga akhlak, dan memohon restu kepada orang tua.
Pesan untuk Generasi Muda
Di hadapan para siswa, Bupati Arief berpesan agar mereka senantiasa menghormati guru, berbakti kepada orang tua, rajin belajar, serta tidak melupakan doa bagi orang-orang yang telah mendidik dan membesarkan mereka. Para siswa juga diharapkan memiliki ilmu yang bermanfaat dan tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal nilai dan prestasi. Ada dimensi lain yang tak kalah penting, yakni adab, rasa hormat, dan kedekatan dengan Tuhan. Ketiganya menjadi bekal agar ilmu yang diperoleh tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membawa keberkahan.
Blora Bersholawat dan Blora Mengaji
Bupati Arief menjelaskan bahwa Blora Bersholawat dan Blora Mengaji merupakan bagian dari program pemerintah daerah untuk memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Salah satu upayanya adalah mendorong pelaksanaan kegiatan sholawatan di sekolah-sekolah.
“Alhamdulillah, sudah beberapa sekolah di wilayah kita yang melaksanakan kegiatan sholawat. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus mendoakan anak-anak agar SMP Negeri 2 Blora menjadi sekolah yang semakin maju, unggul, dan berkembang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi SMP Negeri 2 Blora yang telah melahirkan banyak lulusan sukses. Bupati Arief berharap para siswa saat ini dapat mengikuti jejak para pendahulunya dengan terus belajar, menjaga akhlak, dan bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita.
Sekolah Sisan Ngaji
Penguatan pendidikan agama, lanjut Arief, juga dilakukan melalui program Sekolah Sisan Ngaji atau SSN. Melalui program ini, siswa tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan umum, tetapi juga mendapatkan bekal keagamaan yang diharapkan bermanfaat ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pemerintah Kabupaten Blora juga berupaya memperluas penerapan SSN ke jenjang SMA melalui koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah. Sementara itu, tindak lanjut kerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Blora disiapkan untuk penerapan program tersebut di Madrasah Aliyah.
Sholawat sebagai Ruang Menenangkan Diri
Pada kesempatan yang sama, Kepala SMP Negeri 2 Blora Tri Handayani mengatakan bahwa kegiatan tersebut digelar setelah para siswa menyelesaikan Penilaian Tengah Semester. Menurutnya, sholawatan diharapkan menjadi sarana menenangkan diri atau self-healing bagi siswa dan guru setelah menjalani rutinitas pembelajaran. Kegiatan itu sekaligus menjadi momentum memohon keberkahan dalam menuntut ilmu.
Antusiasme tampak dari para siswa yang mengikuti lantunan sholawat bersama. Salah seorang siswi mengaku senang dapat bersholawat secara langsung bersama teman-temannya. Selama ini, ia lebih sering menyaksikan kegiatan serupa melalui telepon genggam di rumah.
Kegiatan tersebut diikuti jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Forkopimcam Blora, para guru, serta siswa-siswi SMP Negeri 2 Blora yang melantunkan sholawat bersama Habib Syafi’i Alaydrus dari Solo, diiringi Hadroh Rijalul Ansor Todanan.
Di tengah arus kehidupan yang semakin cepat, pesan Bupati Arief menemukan maknanya sendiri. Bahwa keberhasilan tidak dibangun dalam satu malam, melainkan melalui doa yang terus dipanjatkan, didikan yang dijaga, ilmu yang dipelajari dengan sungguh-sungguh, dan akhlak yang tidak pernah ditinggalkan.