BLORA – Partai politik kerap diukur dari berapa banyak kursi yang diraih di parlemen. Namun, bagi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai ...
BLORA – Partai politik kerap diukur dari berapa banyak kursi yang diraih di parlemen. Namun, bagi Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, H. Sarif Abdillah, ukuran sejati sebuah partai bukanlah jumlah kursi, melainkan sejauh mana kehadirannya membawa manfaat nyata bagi rakyat.
Pesan itu disampaikan Sarif saat menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blora sekaligus Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab), Sabtu (10/10/2026). Dalam forum tersebut, Arief Rohman resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Blora beserta seluruh jajaran pengurus baru.
Bukan Sekadar Kursi, tetapi Hati Rakyat
Sarif menegaskan, capaian politik PKB di Blora harus menjadi pijakan untuk meningkatkan kualitas perjuangan, bukan sekadar mempertahankan atau menambah jumlah kursi. Menurutnya, kemenangan elektoral baru bermakna jika diwujudkan melalui kerja nyata, pengabdian, dan pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“PKB ke depan tidak hanya bicara soal kursi, tetapi juga bicara soal hati masyarakat, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Sarif.
Ia berharap PKB di Blora mampu mengambil peran strategis dalam menyelesaikan persoalan riil warga, mulai dari ekonomi, kemiskinan, hingga masalah sosial. Dengan begitu, PKB tidak hanya hadir dalam dinamika politik, tetapi juga menjadi bagian dari solusi.
Arief Rohman Dikukuhkan, Struktur Baru Dituntut Turun ke Rakyat
Pengukuhan Arief Rohman sebagai Ketua DPC PKB Blora menjadi momentum konsolidasi organisasi. Sarif berpesan agar amanah dari Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, dijalankan dengan baik untuk memperkuat perjuangan partai dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Struktur baru tidak cukup hanya menjadi formalitas. Ia menuntut kemampuan kader dalam memahami persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Penguatan organisasi harus dibarengi dengan kepekaan terhadap kebutuhan warga.
Target 2029 dan Realitas Anggaran
Terkait target politik menghadapi Pemilu 2029, Sarif mengatakan bahwa penentuan target kursi dan strategi politik akan dibahas bersama melalui forum Muskercab. Penetapan target harus menjadi keputusan kolektif dengan mempertimbangkan kondisi dan potensi politik di Blora.
DPW PKB Jawa Tengah mendorong agar penguatan internal partai berjalan seiring dengan peningkatan kontribusi nyata kepada masyarakat. “Prinsipnya, kursi dan kekuasaan ini harus benar-benar berdampak. Kami berharap PKB menjadi partai yang mampu membangun kemanfaatan dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Namun, Sarif juga menyoroti keterbatasan anggaran. Ketika ditanya soal pembangunan infrastruktur, khususnya jalan provinsi di Blora, ia menjelaskan bahwa kondisi pendapatan yang tidak sesuai target menjadi salah satu kendala perencanaan anggaran. Meski demikian, sejumlah program direncanakan berjalan pada 2026 hingga 2027. Penyesuaian tetap harus dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
Ketahanan Pangan hingga Jalan Provinsi Jadi Perhatian
Sarif menilai Blora memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap. Salah satu sektor yang dinilainya penting adalah ketahanan pangan. Menurutnya, potensi daerah perlu dikelola optimal agar memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.
“Potensi Blora sangat banyak. Persoalan ketahanan pangan menjadi salah satu hal penting. Selain itu, perlu dirumuskan berbagai persoalan aktual yang benar-benar dihadapi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi masukan Bupati Blora terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur, terutama peningkatan kualitas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap program harus terukur dan realistis dengan kemampuan fiskal daerah.
Menang di Hati Rakyat adalah Kemenangan Sejati
Di akhir pertemuan, Sarif kembali menekankan bahwa orientasi perjuangan PKB harus berpijak pada kebutuhan masyarakat. Keberhasilan partai tidak cukup diukur melalui capaian elektoral semata. Lebih dari itu, partai harus mampu membangun kepercayaan publik melalui kerja konsisten dan dampak nyata.
Pengurus yang baru dikukuhkan diharapkan memperkuat konsolidasi, menyusun program kerja yang relevan, dan memastikan setiap perjuangan politik membawa manfaat bagi warga Blora.
Pesan utamanya jelas: kemenangan politik harus berujung pada kemaslahatan. Sebab, kepercayaan rakyat tidak cukup diraih melalui suara di bilik pemilu, tetapi harus dirawat melalui pengabdian setelahnya.
Jika PKB ingin benar-benar menang, bukan hanya di atas kertas, melainkan di hati rakyat, maka pengabdian adalah jalannya. Kursi bisa diraih dengan strategi, tetapi kepercayaan hanya bisa dibangun dengan bukti.