Gerakan Mahiswa, SIMADES UTR Cepu di Temengeng Sambong Blora.
SAMBONG, BLORAWEB.COM — Suasana halaman Kantor Kecamatan Sambong pada Senin pagi (26/10/2026) terasa beda. Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Program Studi Teknik Sipil (HMP TS) Universitas Teknologi Ronggolawe (UTR) Cepu bersiap menerjunkan diri ke pelosok desa melalui gerakan rutin bertajuk SIMADES (Sipil Masuk Desa).
Sebelum bergerak menyusuri jalanan Desa Temengeng, rombongan mahasiswa diterima dan dilepas langsung oleh Sekretaris Kecamatan Sambong, Sri Marwatik, S.KM., M.M. Dalam pelepasan tersebut, Sekcam Sambong memberikan pesan mendalam yang menyentuh esensi pergerakan mahasiswa.
"Nilai utama dari gerakan adik-adik ini bukan terletak pada nominal materiil bantuan yang diberikan. Namun, kunjungan dan ketukan pintu dari para mahasiswa UTR Cepu ini memberikan motivasi serta dorongan moral yang sangat berarti bagi keluarga penyandang disabilitas," ujar Sri Marwatik mengapresiasi konsistensi kampus UTR dalam membumikan ilmu pengetahuan di masyarakat Kecamatan Sambong.
Ketua HMP TS UTR Cepu, Diemas, menjelaskan bahwa kepesertaan gerakan SIMADES dilaksanakan secara bergiliran antar-departemen di internal HMP.
"Seusai penjangkauan di Temengeng, para peserta langsung kembali ke kampus karena masih ada jadwal perkuliahan yang harus diikuti," ungkap Diemas.
Tak Sebatas Bansos, Tapi Restorasi Martabat Kemanusiaan
Gerakan SIMADES kali ini menyasar 3 (tiga) Penerima Manfaat (PM) penyandang disabilitas secara door to door dengan membawa bantuan paket sembako serta perlengkapan Activity Daily Living (ADL).
Namun, ada tradisi unik dan mendalam yang ditanamkan dalam aksi ini. Para mahasiswa tidak hanya menyerahkan bantuan lalu berfoto, tetapi dilatih untuk sungkem dan memohon doa restu kepada para penyandang disabilitas maupun orang tua mereka. Pendekatan kultural ini dihadirkan untuk menumbuhkan kembali martabat kemanusiaan serta memupuk empati mendalam di jiwa calon-calon insinyur masa depan.
Rasa haru pun tak terbendung di lapangan. Beberapa mahasiswi tampak untuk sesaat tak kuasa menahan perasaan haru saat menyaksikan langsung kondisi para penerima manfaat, yaitu:
Rafa (3 tahun), balita yang terdiagnosa mengalami Cerebral Palsy (CP) fase awal pasca demam tinggi.
Ibu Aminah, seorang ibu eks penyandang retardasi mental yang tinggal di rumah kayu besar namun tak terawat. Saat dikunjungi, kedua anaknya yang masih usia SD terbaring sakit panas sehingga tidak bisa masuk sekolah.
Sdr. Duan, pemuda penyandang disabilitas fisik akibat amputasi kaki sejak kecil, yang bertahan hidup di sebuah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Melihat kondisi tersebut, para mahasiswa merasa terhentak sekaligus bersyukur dapat hadir langsung memberikan dorongan semangat di tengah keterbatasan warga Temengeng.
Sinergi Tiga Pilar Sambong Mandiri
Konsistensi gerakan Bansos Sambong Mandiri ini tak lepas dari sokongan dana Corporate Social Responsibility (CSR) swadaya milik pengusaha lokal peduli, Bapak Suma Novendi (Pemilik SPBU Sambong).
Pendamping lapangan kegiatan yang juga Pegawai PPPK Eks TKSK Kemensos RI, Heri ireng, menegaskan bahwa kolaborasi antara birokrasi, akademisi, dan pengusaha lokal ini adalah bukti nyata kepedulian tanpa sekat di tingkat akar rumput.
"Ini adalah bukti bahwa penanganan masalah sosial bisa lahir dari kemandirian lokal. Pak Suma Novendi konsisten menyediakan panggung derma, adik-adik mahasiswa UTR menyumbang energi dan kasih sayang, sementara pihak Kecamatan memberikan penguatan birokrasi," terang Heri ireng.
Ke depan, gerakan SIMADES/Bansos Sambong Mandiri dipastikan akan terus bergulir. Rencananya, pada bulan mendatang, sasaran penjangkauan dan penyaluran bantuan akan berlanjut menyasar para penyandang disabilitas/difabel di Desa Sambong.



