Polsek Kunduran melaksanakan program Jumat Berkah di Desa Bejirejo, Blora. Bukan sekadar bagi sembako, Iptu Budi Santoso menekankan kehadiran negara.
Matahari baru saja meninggi di langit Kecamatan Kunduran ketika deru mesin motor Bhabinkamtibmas memecah kesunyian Desa Bejirejo, Jumat (9/1). Bukan sirine yang meraung, melainkan senyum hangat yang dibawa oleh Aipda Nanang dan rekan-rekannya. Di bawah komando Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, S.H., M.H., mereka tidak sedang memburu pelaku kriminal, melainkan sedang menunaikan misi "keamanan batiniah".
Jumat pagi itu menjadi saksi bahwa tugas kepolisian tidak melulu soal borgol dan patroli jalan raya. Melalui program Jumat Berkah, Polsek Kunduran mencoba menyentuh relung-relung kemanusiaan yang sering kali terlupakan, yaitu para lansia, warga difabel, dan mereka yang tengah berjuang melawan penyakit kronis.
Kehadiran yang Menenangkan
Bagi Ibu Kastini (60) dan empat warga lainnya di Bejirejo, kedatangan petugas hari itu adalah oase. Di usia senjanya, perhatian sekecil apa pun terasa sangat berarti. Iptu Budi Santoso menegaskan bahwa gerakan ini bukan tentang memamerkan angka atau jumlah bantuan.
"Ini adalah presentasi negara hadir bagi mereka yang membutuhkan. Kami ingin memastikan ketertiban tidak hanya terasa secara fisik atau lahiriah, tetapi juga ketenangan secara batiniah bagi masyarakat," ujar Iptu Budi dengan nada tenang namun tegas.
Di lapangan, P.S. Kanit Propam Aiptu Utut Setiawan bersama tim Bhabinkamtibmas menyisir gang-gang desa. Langkah demi langkah mereka tempuh untuk mengantarkan langsung paket sembako ke tangan-tangan yang telah bekerja keras puluhan tahun bagi keluarga mereka. Sudarto (55) dan Suparmi (50), dua dari penerima manfaat, menyambut tim dengan wajah haru.
Tak Sebatas Pada Sembako
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung dengan tertib. Namun, di balik ketertiban itu, ada dialog yang terbangun. Ada tawa kecil saat petugas menyapa warga, dan ada doa-doa yang dirapalkan lirih oleh para lansia saat menerima bantuan.
Kabupaten Blora, khususnya wilayah Kunduran, kembali menunjukkan bahwa sinergi antara aparat dan warga bisa terjalin lewat ketulusan. Di Bejirejo hari itu, keamanan bukan lagi soal absennya kejahatan, melainkan hadirnya rasa dipedulikan.



