Bupati Blora Arief Rohman beri piagam & kuliah sinergi kepada mahasiswa STTR & IAI Al Muhammad Cepu di Rumah Dinas terkait stunting.
BLORA – Suasana hangat menyelimuti ruang tamu Rumah Dinas Bupati Blora pada Selasa (24/02/2026) saat Bupati Blora, KRT. Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., menerima kunjungan utusan mahasiswa dari STTR Cepu dan IAI Al Muhammad Cepu. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara pemerintah daerah dengan kaum intelektual muda dalam upaya percepatan pembangunan manusia di wilayah Kabupaten Blora.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Arief Rohman menyerahkan Piagam Penghargaan atas dedikasi dan sinergi yang telah dilaksanakan para mahasiswa melalui program pengabdian masyarakat di Kecamatan Sambong. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah kabupaten atas kontribusi aktif mahasiswa dalam menyukseskan berbagai program daerah di tingkat akar rumput yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Transformasi KKN Menuju Pengabdian Tematik
Usai penyerahan piagam, Bupati Arief Rohman memberikan kuliah singkat yang sarat akan makna strategis. Beliau menegaskan bahwa keberadaan wadah organisasi mahasiswa harus mampu mengaktualisasikan diri dan memberikan manfaat nyata bagi anggota maupun masyarakat luas. Bupati mendorong agar Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang sedang dilaksanakan oleh mahasiswa IAI Al Muhammad Cepu juga mampu meninggalkan jejak atau legacy yang berkesan bagi desa, baik dalam aspek fisik maupun non-fisik.
"Saya berharap keberadaan KKN Al Muhammad ini membantu desa dalam pemetaan masalah. Selain rutinitas seperti mengajar mengaji, mahasiswa harus memotret potensi dan problem dasar di desa tersebut," tegas Bupati Arief Rohman di hadapan para mahasiswa. Beliau menambahkan bahwa pengabdian ini merupakan media pembelajaran untuk mempraktikkan teori kuliah secara langsung di lapangan agar pembangunan manusia seutuhnya dapat terwujud secara materiil dan spirituil.
Inovasi Teknik Sipil pada Program Rumah Layak Huni
Satu poin krusial yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah peluang besar bagi mahasiswa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Teknik Sipil STTR Cepu untuk berkontribusi pada program Rumah Layak Huni (RLH) melalui Baznas Blora. Bupati memberikan tantangan kepada mahasiswa untuk menghadirkan solusi konstruksi yang efektif dan efisien namun tetap menghasilkan bangunan yang sepadan serta berkualitas tinggi.
Mahasiswa Teknik Sipil diharapkan mampu memberikan sumbangsih melalui perhitungan struktur yang akurat dan penggunaan material tepat guna guna menekan biaya tanpa mengurangi keamanan bangunan. Peran mahasiswa sebagai pengawas teknis lapangan menjadi kunci agar dana stimulan dari Baznas dapat dioptimalkan menjadi hunian yang bermartabat bagi masyarakat kurang mampu di pelosok Blora.
Fokus Penanganan Stunting dan Pendidikan
Selain aspek infrastruktur, Bupati Arief Rohman juga menekankan pentingnya penanganan stunting secara kolaboratif. Beliau meminta mahasiswa menjalin komunikasi erat dengan Dinas Kesehatan serta Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB). Mahasiswa diarahkan untuk fokus pada desa prototipe dengan angka stunting tinggi melalui pendekatan berbasis data yang akurat, mulai dari pemetaan latar belakang keluarga hingga edukasi pencegahan pernikahan dini.
Lebih lanjut, Bupati menyarankan adanya inovasi digital melalui pengembangan website desa serta pemetaan angka putus sekolah atau Anak Tidak Sekolah (ATS). Dengan pemetaan yang detail, pemerintah daerah dapat lebih cepat mencarikan solusi melalui jalur pendidikan formal maupun kejar paket. Sinergi ini diharapkan menghasilkan output nyata, seperti pendampingan Karang Taruna dan pengembangan produk UMKM desa, demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Blora yang berkelanjutan.
Mari kita dukung sinergi nyata antara mahasiswa dan Pemerintah Kabupaten Blora dalam membangun daerah! Bagikan artikel ini untuk menyebarkan semangat inovasi dan pengabdian bagi sesama.



