Mahasiswa IAI Al-Muhammad & STTR Cepu renovasi jembatan Masjid Al Muslimun Giyanti guna dukung keamanan jamaah tarawih Ramadhan 1447 H.
Eksistensi mahasiswa sebagai agen perubahan kembali menemukan bentuknya yang paling murni di Desa Giyanti. Pada Minggu (15/02/2026), sinergi antara Kelompok KKN "Banyu Kendi" IAI Al-Muhammad Cepu dan HMJ Teknik Sipil STTR Cepu mewujudkan aksi kolaboratif berupa renovasi ringan jembatan penghubung antara lingkungan RT 003 dengan Masjid Jami' Al Muslimun. Langkah ini bukan sekadar aktivitas fisik biasa, melainkan sebuah respons cerdas atas kebutuhan mendesak masyarakat dalam menyongsong datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Melalui sentuhan pengecatan yang membuat estetika jembatan menjadi lebih "terang", para mahasiswa ini sedang membangun infrastruktur keamanan bagi para jamaah. Fokus utama dari renovasi ini adalah memastikan akses menuju masjid, terutama bagi anak-anak dan lansia, menjadi lebih aman dan nyaman saat melaksanakan ibadah sholat tarawih di malam hari.
![]() |
| Agustinus Waskito Nugroho dan Prof. Henny |
Kepemimpinan Organik dan Ruang Kebebasan Akademik
Kegiatan yang dipantau secara real-time melalui saluran digital oleh Agustinus Waskito Nugroho, S.T., M.T. selaku kandidat doktor Teknik Sipil yang membidangi Pengabdian Masyarakat STTR Cepu ini memberikan perspektif baru dalam dunia pendidikan. Pihak kampus secara sengaja memberikan ruang otonomi yang luas bagi para mahasiswa untuk mengekspresikan solidaritas mereka. Langkah ini mencerminkan sebuah kepercayaan bahwa pengabdian masyarakat yang paling efektif lahir dari kesadaran spontan dan empati yang tulus, bukan sekadar pemenuhan kurikulum yang kaku.
Agustinus Waskito Nugroho memandang bahwa membiarkan mahasiswa memaknai sendiri arti pengabdian di lapangan akan membentuk mentalitas pemimpin yang adaptif. Di sini, nilai gotong royong yang menjadi akar budaya Kabupaten Blora terbukti masih sangat kental dan relevan dalam menjawab tantangan zaman. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa ketika dua institusi besar di Cepu Raya ini bersatu, dampak yang dihasilkan mampu melampaui batas-batas administrasi kampus.
Sinergi Tanpa Sekat, Dari IAI Al-Muhammad hingga STTR
Munir, selaku Ketua Kelompok KKN "Banyu Kendi" IAI Al-Muhammad, mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan rekan-rekan dari HMJ Teknik Sipil STTR Cepu. Kehadiran mahasiswa teknik sipil memberikan nilai tambah teknis yang sangat berarti dalam program kerja mereka. Harmoni ini membuktikan bahwa perbedaan fokus studi bukan menjadi penghalang, melainkan justru menjadi kekuatan yang saling melengkapi dalam memecahkan persoalan di tingkat desa.
Senada dengan hal tersebut, Ketua HMJ Teknik Sipil STTR Cepu, Andika JR, memberikan apresiasi atas antusiasme anggotanya yang luar biasa. Meskipun Presiden BEM STTR Cepu berhalangan hadir karena tanggung jawab profesional di acara lain, semangat yang dibawa oleh para mahasiswa tetap membara. Mereka membuktikan bahwa keberadaan mahasiswa di desa adalah untuk memberi solusi, bukan sekadar menjadi tamu musiman.
Validasi Publik dan Legitimasi Pengabdian
Kepala Desa Giyanti, Wahono, S.Pd., memberikan apresiasi positif yang luar biasa atas kerja keras para intelektual muda ini. Sebagai bentuk keseriusan dalam mengapresiasi kinerja mahasiswa, Pemerintah Desa Giyanti berencana mengirimkan surat resmi ucapan terima kasih kepada rektorat STTR Cepu maupun IAI Al-Muhammad. Langkah ini merupakan bentuk legitimasi sosial bahwa program yang dijalankan oleh kedua kampus tersebut benar-benar memberikan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh warga.
Keberhasilan renovasi jembatan menuju Masjid Jami' Al Muslimun ini menjadi simbol bahwa masa depan pembangunan manusia di Cepu Raya berada di tangan yang tepat. Mahasiswa telah menunjukkan bahwa mereka mampu mengonversi teori-teori pembangunan karakter dan teknik sipil menjadi tindakan nyata yang menghidupkan kembali nyala gotong royong di bumi nusantara.
Mari kita apresiasi aksi nyata mahasiswa kita yang peduli terhadap keselamatan jamaah ibadah! Bagikan kabar baik ini agar semangat gotong royong ini menular ke seluruh pelosok negeri.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)