Plt. Camat Jepon Andi Nurrohman dorong Musrenbang inklusif 2027, fokus infrastruktur & kolaborasi masyarakat demi efisiensi anggaran daerah.
JEPON - Di tengah keriuhan aula Kecamatan Jepon pada 5 Februari 2026, sebuah narasi besar sedang disusun. Bukan sekadar rutinitas birokrasi, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) kali ini menjadi panggung bagi Plt. Camat Jepon, Andi Nurrohman, SIP. MM., untuk mengorkestrasi perubahan yang lebih membumi. Dengan gaya yang lugas namun tetap santun, Mas Andi—begitu ia akrab disapa—menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya milik pemerintah, melainkan hak seluruh komponen masyarakat tanpa terkecuali.
Merangkul yang Terpinggirkan dalam Gerbong Perubahan
Ada pemandangan berbeda dalam forum tersebut. Di sela-sela kehadiran unsur pemerintah desa dan kelurahan, nampak wajah-wajah perwakilan dari forum anak, Generasi Berencana (GenRe), hingga kelompok difabel. Inilah yang disebut Mas Andi sebagai keterlibatan komponen seutuhnya. Ia sadar betul bahwa untuk membangun manusia Jepon yang berkualitas, suara-suara yang selama ini sering berada di balik layar harus ditarik ke depan. Kebutuhan seorang penyandang disabilitas tentu berbeda dengan kebutuhan umum, dan dalam forum inilah aspirasi tersebut diberikan ruang untuk bernaung dalam Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD).
Logika Anggaran dan Efisiensi Tanpa Batas
Di tengah kebijakan efisiensi dan efektivitas anggaran yang sedang digalakkan pemerintah, Mas Andi menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang tidak gampang menyerah pada angka-angka di atas kertas. Baginya, pemangkasan biaya operasional seperti makan minum atau perjalanan dinas tidak boleh menjadi alasan pelayanan publik melambat. Justru, kondisi ini menjadi momentum emas untuk membangkitkan spirit gotong royong yang menjadi akar nilai Pancasila. Ia mencontohkan kolaborasi hebat di wilayah Seso, Soko, hingga Waru sebagai bukti nyata bahwa tanpa melulu bertumpu pada APBD, pembangunan fisik maupun sosial tetap bisa berjalan beriringan jika masyarakat sudah "manunggal" dengan visi pemerintah.
Visi Infrastruktur dan Responsivitas Terhadap Bencana
Sebagai perpanjangan tangan dari visi Bupati dan Wakil Bupati Blora, Mas Andi tetap menaruh perhatian besar pada misi pertama: infrastruktur. Peta-peta kerusakan jalan dan kebutuhan fasilitas publik diidentifikasi dengan sangat detail untuk masuk dalam skala prioritas RKPD 2027. Namun, ia juga mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki radar yang peka terhadap kondisi darurat. Respon cepat terhadap bencana, seperti yang baru-baru ini terjadi di wilayah Desa Gedebeg dan Sumurboto arah Turi, menjadi indikator bahwa pemerintah hadir di tengah kesulitan warga. Responsivitas dan kolaborasi inilah yang menjadi kunci agar kepercayaan publik tetap terjaga di tengah dinamika pembangunan yang kompleks.
Mari kita kawal bersama setiap derap langkah pembangunan di Bumi Blora agar kemanfaatannya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat!



