BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan...
BLORA – Pemerintah Kabupaten Blora melaksanakan Upacara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Administrator, Jabatan Pengawas, dan Jabatan Fungsional di lingkungan Pemkab Blora, Selasa (13/5/2026). Sebanyak 191 pejabat resmi dilantik dalam kegiatan yang digelar di pendopo kabupaten tersebut.
Di hadapan para pejabat baru dan tamu undangan, Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si menyampaikan pesan tegas sekaligus membuka ruang transparansi: tidak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahannya.
Dalam sambutannya, Bupati Blora Di hadapan para pejabat baru dan tamu undangan,menyampaikan pesan tegas sekaligus membuka ruang transparansi: tidak ada praktik jual beli jabatan di lingkungan pemerintahannya.
Bupati menegaskan bahwa seluruh proses pelantikan dan mutasi jabatan dilakukan secara profesional serta berdasarkan aturan dan kebutuhan organisasi, bukan karena praktik transaksional.
“Tidak ada jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Blora. Kalau ada yang mengatakan atau mengetahui adanya praktik jual beli jabatan, silakan langsung lapor kepada saya,” tegas Bupati di hadapan para pejabat yang dilantik dan tamu undangan.
Jabatan Bukan Hadiah, Tapi Amanah
Dalam sambutannya, Bupati mengingatkan bahwa jabatan bukan sekadar simbol kekuasaan atau prestise pribadi. Menurutnya, jabatan adalah amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan negara.
“Jabatan bukan sekadar posisi, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan dedikasi, loyalitas, dan semangat pengabdian.”
Ia meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjaga integritas, disiplin, dan etika birokrasi, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di tengah tuntutan masyarakat yang semakin tinggi.
ASN Diminta Fokus Melayani Masyarakat
Bupati juga menegaskan agar seluruh ASN tidak terjebak pada pola pikir kekuasaan, melainkan menjadikan jabatan sebagai ruang pengabdian.
Para pejabat diminta:
bekerja penuh tanggung jawab,
menjaga kepercayaan publik,
tidak menyalahgunakan kewenangan,
serta mampu menghadirkan pelayanan yang cepat, profesional, dan responsif.
Menurutnya, birokrasi yang sehat hanya bisa dibangun melalui integritas dan kerja nyata, bukan kepentingan pribadi maupun kelompok.
Perkuat Reformasi Birokrasi di Blora
Pelantikan 191 pejabat ini diharapkan menjadi bagian dari penguatan reformasi birokrasi di Kabupaten Blora agar pemerintahan semakin:
. Profesional,
. Adaptif,
. Transparan,
dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Acara berlangsung lancar dan dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, tokoh undangan, serta para pejabat yang dilantik.