BLORA – Pembangunan kembali Pasar Ngawen, proyek strategis nasional yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum (PU), memasuki tahap akhir. Bupa...
BLORA – Pembangunan kembali Pasar Ngawen, proyek strategis nasional yang digarap Kementerian Pekerjaan Umum (PU), memasuki tahap akhir. Bupati Blora, Arief Rohman, turun langsung memantau progres fisik yang kini telah mencapai 82,72 persen pada Kamis (30/8/26).
Inspeksi Mendadak: Bupati Minta Kontraktor Kejar Target 13 Agustus
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Arief menekankan pentingnya pemanfaatan sisa waktu yang tersisa. Dengan tenggat waktu final yang jatuh pada 13 Agustus mendatang, ia meminta seluruh pihak terkait untuk bekerja maksimal agar proyek tidak molor.
"Kami hadir untuk memastikan pembangunan ini sesuai jadwal. Waktu tinggal 13 hari, progres harus dikejar. Kami berharap Kementerian PU dan kontraktor bisa merampungkannya tepat waktu," ujar Arief di lokasi proyek.
Revisi Kontrak dan Ancaman Denda: PU Tegaskan Komitmen Pengawasan
Menanggapi arahan Bupati, perwakilan Kementerian PU yang turut mendampingi menjelaskan bahwa telah terjadi penyesuaian kontrak (adendum) yang menggeser jadwal penyelesaian dari 13 Juli menjadi 13 Agustus. Pihaknya memastikan pengawasan berjalan ketat dan tidak akan memberi kelonggaran tanpa konsekuensi.
"Pengerjaan saat ini masih sesuai koridor kontrak. Jika meleset dari batas waktu yang sudah ditentukan, kami akan memberlakukan sanksi denda keterlambatan sesuai aturan," tegas perwakilan Kementerian PU.
Target Serentak: Pasar Ngawen Siap Jadi Ikon Rayakan 17 Agustus
Bupati Arief berharap proses percepatan ini dapat membuat Pasar Ngawen menjadi lokasi perayaan Hari Kemerdekaan. Ia menginginkan suasana ramai masyarakat dapat tercipta di pasar yang baru pada 17 Agustus nanti, menjadikannya 'kado' istimewa bagi warga Blora.
"Kita targetkan tidak ada lagi kendala. Saya ingin 17 Agustus nanti kita bisa merayakan kemerdekaan di sini, di Pasar Ngawen yang baru dan representatif," harapnya.
Strategi Percepatan: Material Tersedia dan Pekerja Lembur Dikerahkan
Di sisi lain, kontraktor pelaksana menyatakan optimisme tinggi mampu menyelesaikan sisa pekerjaan kurang dari 17 persen dalam waktu kurang dari dua pekan. Seluruh kebutuhan material dinilai sudah aman di lokasi.
Untuk mengejar ketatnya tenggat, pihak kontraktor telah menerapkan sejumlah strategi, termasuk penambahan jumlah pekerja harian dan pemberlakuan kerja lembur setiap hari.
"Setiap hari kami pantau dan tambah tenaga kerja. Pengerjaan juga kami lemburkan agar selesai tepat waktu," pungkas perwakilan kontraktor.