ACEH – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tengku Haji Faisal Ali, menyatakan dukungannya terhadap pencalonan KH...
ACEH – Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Aceh, Tengku Haji Faisal Ali, menyatakan dukungannya terhadap pencalonan KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dukungan itu disampaikan dalam acara silaturahim Gus Rozin bersama PWNU dan PCNU se-Aceh pada Rabu (19/8/2026).
Menurut Faisal, keputusan Gus Rozin untuk berikhtiar maju telah melalui proses istikharah dan pertimbangan matang selama tiga bulan terakhir. Ia menilai langkah tersebut bukan sekadar ambisi posisi, melainkan bentuk kesediaan mengambil tanggung jawab lebih besar bagi kemajuan organisasi dan umat.
Rekam Jejak Organisasi yang Panjang
Faisal menegaskan bahwa kapasitas Gus Rozin dalam memimpin organisasi tidak perlu diragukan lagi. Perjalanan di lingkungan Nahdlatul Ulama yang telah berlangsung lebih dari dua dekade memperlihatkan pengabdian dari berbagai lini, mulai dari organisasi kader, lembaga pendidikan, pesantren, hingga struktur wilayah dan pusat.
"Perjuangan yang berada di bawah komando Gus Rozin tentu tidak perlu lagi diragukan. Kapasitas, pengalaman, serta kepiawaian beliau dalam memimpin organisasi telah teruji dalam berbagai situasi," ujar Faisal dalam pertemuan tersebut.
Gus Rozin tercatat pernah menjadi Pengurus Pusat IPNU periode 1998–2001, lalu Pengurus Pusat GP Ansor periode 2000–2004. Kiprahnya berlanjut sebagai Wakil Ketua LP Ma'arif PBNU periode 2010–2013, Ketua RMI NU Jawa Tengah periode 2013–2015, hingga Ketua RMI PBNU periode 2015–2021.
Di tingkat pusat, ia juga pernah menjadi Katib Syuriah PBNU periode 2021–2023. Saat ini, sejak 2024 hingga 2029, Gus Rozin mengemban amanah sebagai Ketua PWNU Jawa Tengah. Pengalaman di berbagai bidang tersebut dinilai Faisal sebagai modal penting dalam menghadapi tantangan organisasi yang kian kompleks.
Lingkungan Pesantren dan Kiprah Pendidikan
Selain pengalaman struktural, Faisal menyoroti latar belakang Gus Rozin yang tumbuh dan ditempa di lingkungan pesantren. Ia didik langsung oleh KH Sahal Mahfudh, yang turut membentuk karakter keilmuan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Gus Rozin juga memiliki keterhubungan erat dengan sejumlah pesantren besar. Ia berasal dari keluarga besar Pesantren Maslakul Huda, Kajen, serta bagian dari keluarga besar Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Ia juga merupakan menantu dari keluarga besar Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Keterhubungan dengan beragam tradisi pesantren dan lingkungan keilmuan tersebut memberikan pemahaman mendalam terhadap dinamika pesantren sekaligus perkembangan NU dari berbagai generasi. Faisal menilai pengalaman Gus Rozin sebagai pimpinan pondok dengan ribuan santri menjadi bekal langsung dalam memahami persoalan pendidikan, pembinaan generasi muda, dan tantangan zaman.
"Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam memahami persoalan-persoalan yang dihadapi pesantren, khususnya dalam menghadapi tantangan pendidikan, pembinaan generasi muda, serta perkembangan zaman," kata Faisal.
Bekal Komunikasi Global
Faisal juga menyoroti latar belakang pendidikan Gus Rozin yang pernah ditempuh di Australia. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam membangun komunikasi dan jejaring yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Kemampuan Gus Rozin berkomunikasi dalam bahasa Inggris dan bahasa Arab dinilai sebagai nilai tambah yang tidak diragukan lagi. Hal ini dianggap penting untuk mendukung upaya membangun jaringan NU di tengah dinamika global.
"Dengan demikian, kemampuan beliau dalam berkomunikasi, baik dalam bahasa Inggris maupun bahasa Arab, tentu tidak perlu diragukan lagi. Kemampuan tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam membangun komunikasi dan jejaring yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional," ujarnya.
Harapan dari Aceh
Faisal menegaskan bahwa tantangan organisasi ke depan semakin kompleks. Karena itu, pemimpin NU membutuhkan kombinasi antara pengalaman organisasi, pemahaman terhadap persoalan pesantren, pendidikan, generasi muda, dan masyarakat. Rekam jejak Gus Rozin di berbagai bidang dinilai memenuhi kriteria tersebut.
Silaturahim bersama PWNU dan PCNU se-Aceh menjadi bagian dari rangkaian komunikasi Gus Rozin dengan sejumlah struktur NU di berbagai daerah. Faisal berharap ikhtiar dan perjuangan Gus Rozin dalam proses pencalonan Ketua Umum PBNU mendapatkan kemudahan, keberkahan, serta petunjuk dari Allah SWT.
"Semoga ikhtiar dan perjuangan beliau senantiasa mendapatkan kemudahan, keberkahan, serta petunjuk dari Allah SWT," pungkas Faisal.