BLORA – Keselamatan anak di jalan raya bukan sekadar persoalan tertib berlalu lintas, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama untuk menja...
BLORA – Keselamatan anak di jalan raya bukan sekadar persoalan tertib berlalu lintas, tetapi juga tentang tanggung jawab bersama untuk menjaga masa depan generasi muda,Selasa (19/9/2026).
Menyikapi adanya aduan dan informasi dari masyarakat terkait anak-anak di bawah umur yang menggunakan kendaraan bermotor, Satlantas Polres Blora mengambil langkah preventif dengan melakukan tindak lanjut di lapangan.
Kasat Lantas Polres Blora AKP Eka Hendra Ardiansyah, S.T.K., S.I.K., menegaskan bahwa informasi dari masyarakat menjadi perhatian kepolisian dan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi serta pendekatan kepada pihak-pihak terkait.
Berawal dari Aduan Masyarakat
Menurut AKP Eka, kepolisian tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan langkah pencegahan dan edukasi agar potensi kecelakaan maupun persoalan lalu lintas dapat diminimalkan sejak awal.
“Nanti tentunya dalam pelaksanaan di lapangan, kita akan melakukan kegiatan sosialisasi dengan mengumpulkan pihak sekolah. Aduan dari masyarakat ini akan kami tindak lanjuti. Tentunya kami akan mendatangi sekolah tersebut dan kami upayakan pertemuan dengan wali murid untuk mendapatkan solusi yang terbaik,” ujar AKP Eka.
Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk respons Polres Blora terhadap kepedulian masyarakat yang ikut memperhatikan keselamatan anak-anak di lingkungan mereka.
Pengawasan Dimulai dari Keluarga
Kasat Lantas menekankan bahwa keselamatan anak di jalan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian ataupun pihak sekolah.
Menurutnya, pengawasan paling awal dan paling dekat berada di lingkungan keluarga. Karena itu, orang tua diharapkan lebih aktif mengetahui aktivitas anak, termasuk ketika anak menggunakan kendaraan bermotor.
“Untuk anak-anak di bawah umur, tetap kita mengimbau kepada orang tua, dalam hal ini lingkungan keluarga, untuk lebih memperhatikan anaknya. Karena tentunya pengawasan yang sangat melekat itu berawal dari keluarga,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan pihak sekolah maupun lingkungan pendidikan tetap penting. Namun, pengawasan dari keluarga menjadi bagian yang tidak kalah penting dalam membentuk kebiasaan anak agar lebih memahami keselamatan dan aturan berlalu lintas.
Jangan Tunggu Kecelakaan Baru Peduli
Pengawasan terhadap penggunaan kendaraan oleh anak di bawah umur dinilai penting sebagai langkah pencegahan.
Orang tua diharapkan tidak sekadar memberikan kendaraan, tetapi juga mempertimbangkan usia, kesiapan, serta keselamatan anak ketika berada di jalan raya.
“Lebih terkait dengan penggunaan kendaraan, seyogyanya orang tua lebih mengawasi anak-anaknya,” tegas AKP Eka.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa satu kelengahan di jalan dapat membawa konsekuensi panjang. Karena itu, mencegah sejak dini jauh lebih berarti daripada harus menyesal setelah terjadi kecelakaan.
Polisi, Sekolah dan Orang Tua Bersama Menjaga Anak
Satlantas Polres Blora selanjutnya akan membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan wali murid sebagai bagian dari upaya mencari solusi bersama.
Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan yang muncul dari adanya aduan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran seluruh pihak mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas bagi anak-anak.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk terus menyampaikan informasi apabila menemukan potensi yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Sebab, menjaga keselamatan anak bukan hanya tugas polisi.
Polisi mengawasi jalan, sekolah memberikan edukasi, masyarakat ikut peduli, tetapi keluarga adalah tempat pertama anak belajar tentang keselamatan.
Ketika semua pihak bergerak bersama, harapannya tidak ada lagi anak yang harus belajar tentang keselamatan melalui sebuah kecelakaan. Sebab, anak-anak adalah masa depan, dan menjaga mereka di jalan raya adalah tanggung jawab kita bersama.