Guru Bukan Babu SPPG

SHARE:

BLORA – Puluhan orang mendatangi kawasan Kantor Bupati Blora, Kamis (17/9/2026). Mereka tampil layaknya siswa sekolah dasar, SMP, hingga SMA...

BLORA – Puluhan orang mendatangi kawasan Kantor Bupati Blora, Kamis (17/9/2026). Mereka tampil layaknya siswa sekolah dasar, SMP, hingga SMA. Sebagian lainnya mengenakan pakaian menyerupai tahu, tempe, dan telur.
Aksi itu sempat menarik perhatian karena berlangsung pada pagi hari, saat kegiatan belajar mengajar di sekolah masih berjalan.

Rombongan berjalan kaki dari kawasan warung kopi Grojogan menuju Kantor Bupati Blora di Jalan Pemuda, sekitar 500 meter. Kedatangan mereka bukan sekadar karnaval, melainkan penyampaian aspirasi terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

MPPA Blora Soroti Pelaksanaan MBG

Rombongan berasal dari Masyarakat Peduli Pendidikan Anak (MPPA) Blora. Mereka menyampaikan sejumlah keberatan terhadap pelaksanaan MBG, terutama jika program tersebut diberikan di lingkungan sekolah dan berlangsung pada jam pelajaran.

Keamanan Makanan Anak Jadi Kekhawatiran

Agus Ariyanto, perwakilan MPPA, menyampaikan kekhawatiran orang tua terhadap keamanan makanan yang dikonsumsi anak-anak melalui program tersebut. Menurutnya, sejumlah kejadian siswa mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG menjadi perhatian serius.

“Pokoknya jangan membagikan MBG di sekolah dan pada jam pelajaran. Selain mengganggu kegiatan belajar, kalau sampai terjadi keracunan, orang tua tentu menjadi was-was. Orang tua akan berpikir, anak saya diberi makan apa, apakah makanannya aman atau tidak,” ujar Agus di hadapan Bupati Blora Arief Rohman dan Wakil Bupati Blora Sri Setyorini.

Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi serius terhadap pelaksanaan MBG di sekolah.

“Pokoknya stop dulu pembagian MBG di sekolah,” tegasnya.

Guru Bukan Babu SPPG

Selain persoalan keamanan makanan dan waktu pelaksanaan, MPPA menyoroti keterlibatan guru dalam proses distribusi maupun penanganan sisa makanan MBG di sekolah.

Agus Suges mengatakan, tugas utama guru adalah mendidik dan mengajar siswa. Menurutnya, guru jangan sampai terbebani pekerjaan yang semestinya menjadi bagian dari pengelolaan penyedia makanan.

“Guru itu bukan babunya SPPG. Jangan sampai guru disuruh mengumpulkan, menghitung, dan mengangkat ompreng, kemudian mengurusi sisa-sisa makanan MBG yang tidak dimakan anak-anak,” ujarnya.

Menurut Agus, persoalan tersebut perlu diperhatikan agar pelaksanaan MBG tidak menggeser tugas utama tenaga pendidik.

“Guru tugasnya mengajar, bukan menjadi babu SPPG. Karena itu, pelaksanaan MBG di sekolah harus dihentikan atau setidaknya dievaluasi secara serius,” katanya.

Pernyataan itu disampaikan dengan suara tegas dalam audiensi. Suasana ruangan sempat hening ketika Agus menyampaikan kritiknya mengenai posisi guru dalam pelaksanaan MBG.

Dua Persoalan Utama

Aspirasi MPPA pada dasarnya menyoroti dua persoalan utama, yakni jaminan keamanan makanan bagi siswa dan pembagian tugas di lingkungan sekolah.

Program MBG merupakan program pemerintah yang bersentuhan langsung dengan anak sekolah. Karena itu, setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan pangan, kesehatan siswa, maupun proses distribusinya perlu mendapat perhatian dan evaluasi.

Di sisi lain, penyelenggaraan pendidikan tetap membutuhkan ruang yang cukup agar guru dapat menjalankan tugas utamanya, yakni mendidik dan mendampingi peserta didik selama proses pembelajaran.

Aspirasi untuk Evaluasi

Aspirasi yang disampaikan MPPA Blora menjadi bagian dari dinamika publik dalam mengawal pelaksanaan program MBG. Tujuannya agar pemenuhan gizi anak tetap berjalan tanpa mengabaikan aspek keamanan pangan dan keberlangsungan kegiatan belajar mengajar.
Nama

Berita Blora,879,Berita DPRD,76,Berita Jateng,10,Berita Pusat,8,Budaya,47,Desa,30,Download,1,Ekonomi,44,Event,59,geologi,9,gerakan,18,Infrastruktur,46,Investasi,2,Kamtibmas,60,keluarga,4,Kemanusiaan,11,Kesehatan,38,Ketahanan Pangan,11,Korupsi,1,Layanan,9,Lingkungan HIdup,17,Lowongan Kerja,1,Olahraga,19,Opini Blora,28,Pemerintahan,66,Pemuda,8,Pendidikan,90,Perbankan,2,Perempuan,3,Pertambangan,1,pertanahan,1,Pertanian,22,Pilkades Serentak,2,Polhukam,107,Politik,83,Produk,5,Publik Figur,8,religi,4,Sastra,1,Sosial,112,TNI,10,Ulasan Produk,3,umkm,2,Wisata,5,
ltr
item
BLORAWEB: Guru Bukan Babu SPPG
Guru Bukan Babu SPPG
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEihmC9Uj0G3bwcZa4rXWV0bSj6RBTwP7ThArTSPlUPCpfIkM7tRM2n87hgrtK7Xc8D1aacaEY-dwIILrXKtSMWkJI8KEzzxbyF7-QY_7Fmrf5x3PEfqLpO1SJYOjstyM1CKSlF7yYyZqL_ihDILqA84LSVzxdJn1rzWAdtqYSoDk4_CfbDJwfIWFOMFJcfh
https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEihmC9Uj0G3bwcZa4rXWV0bSj6RBTwP7ThArTSPlUPCpfIkM7tRM2n87hgrtK7Xc8D1aacaEY-dwIILrXKtSMWkJI8KEzzxbyF7-QY_7Fmrf5x3PEfqLpO1SJYOjstyM1CKSlF7yYyZqL_ihDILqA84LSVzxdJn1rzWAdtqYSoDk4_CfbDJwfIWFOMFJcfh=s72-c
BLORAWEB
https://www.bloraweb.com/2026/09/guru-bukan-babu-sppg.html
https://www.bloraweb.com/
https://www.bloraweb.com/
https://www.bloraweb.com/2026/09/guru-bukan-babu-sppg.html
true
8304592902863202145
UTF-8
Muat Semua Berita Berita Tidak Ditemukan LIHAT SEMUA Baca Balas Batal Balas Delete By Home HALAMAN POSTS Lihat Semua REKOMENDASI UNTUK ANDA KATEGORI ARSIP CARI SELURUH BERITA Not found any post match with your request Back Home Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Ming Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru 1 menit lalu $$1$$ menit lalu 1 jam lalu $$1$$ jam lalu Kemarin $$1$$ hari lalu $$1$$ minggu lalu lebih dari 5 minggu lalu Followers Follow THIS PREMIUM CONTENT IS LOCKED STEP 1: Share to a social network STEP 2: Click the link on your social network Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy Table of Content