BLORA – Musim kemarau tidak hanya menghadirkan panas yang menyengat. Bagi sebagian warga Kabupaten Blora, ia hadir sebagai persoalan hidup: ...
BLORA – Musim kemarau tidak hanya menghadirkan panas yang menyengat. Bagi sebagian warga Kabupaten Blora, ia hadir sebagai persoalan hidup: sumur mengering, jeriken kosong, dan perjalanan mencari air menjadi rutinitas yang melelahkan. Di tengah kondisi itu, DPRD Kabupaten Blora turun tangan melalui bakti sosial berupa dropping air bersih.
Kemarau yang Menyentuh Kebutuhan Dasar
Air bersih adalah kebutuhan paling dasar. Ketika sumber air mulai surut, yang terganggu bukan hanya urusan minum, tetapi juga memasak, mandi, mencuci, dan menjaga kesehatan keluarga. Kesadaran itulah yang mendorong DPRD Blora hadir membantu masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Blora, H. Mustopa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian lembaga terhadap warga yang membutuhkan pasokan air bersih, khususnya di wilayah terdampak kekeringan.
Ngawen dan Banjarjo Menjadi Prioritas
Menurut Mustopa, penyaluran air bersih menyasar sejumlah wilayah yang paling membutuhkan, di antaranya Kecamatan Ngawen dan Banjarjo, serta daerah lain yang masih mengalami kesulitan air bersih.
“Hari ini DPRD melakukan bakti sosial, dropping air bersih di daerah yang kekeringan. Ada Ngawen, kemudian Banjarjo, karena memang sangat membutuhkan air bersih,” ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Tidak semua daerah bisa dilayani sekaligus, mengingat tingginya kebutuhan dan keterbatasan armada.
Empat Tangki Setiap Hari
Mustopa menyebut, antrean tangki air menjadi pemandangan yang tak terhindarkan. Meski demikian, DPRD Blora mendapatkan alokasi empat tangki air bersih setiap hari untuk disalurkan kepada masyarakat.
“Alhamdulillah kita dapat empat tangki. Per harinya akan kita drop di masing-masing desa yang membutuhkan,” jelasnya.
Ia memastikan, bakti sosial ini akan terus dilakukan selama masih ada wilayah yang mengalami kekeringan dan belum mendapatkan hujan yang cukup.
Harapan agar Beban Warga Berkurang
Bantuan air bersih diharapkan tidak sekadar menjadi solusi sementara. Lebih dari itu, ia menjadi tanda bahwa masyarakat tidak berjuang sendiri menghadapi musim kemarau.
“Harapan kita masyarakat bisa terbantu. Di musim kemarau ini mudah-mudahan terbantu dan kekeringan yang ada di Kabupaten Blora bisa segera teratasi,” katanya.
Mustopa juga mengingatkan bahwa persoalan kekeringan membutuhkan kepedulian bersama. Berbagai pihak diharapkan mengambil peran untuk membantu warga yang kesulitan memperoleh air bersih.
Menunggu Hujan, Merawat Solidaritas
Di balik dropping air bersih, ada harapan yang diangkut bersama setiap tangki. Harapan agar hujan segera turun merata, sumber-sumber air kembali terisi, dan kehidupan warga pulih seperti semula.
“Mudah-mudahan segera turun hujan. Kemarin sudah turun hujan, meskipun sedikit. Mudah-mudahan segera hujan lagi supaya kekeringan ini bisa segera selesai,” pungkasnya.
Bantuan air bersih ini bukan akhir dari persoalan kekeringan. Namun, langkah kecil yang dilakukan bersama bisa menjadi oase di tengah kesulitan. Ketika air menjadi langka, kepedulian menjadi sangat berharga.