BLORA – Desa Bacem, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mencuri perhatian dalam gelaran Festival Literasi Blora (FLB) Tahun 2026. Perpustakaan...
BLORA – Desa Bacem, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, mencuri perhatian dalam gelaran Festival Literasi Blora (FLB) Tahun 2026. Perpustakaan Taufik Hidayah milik Desa Bacem masuk dalam jajaran penerima penghargaan kategori perpustakaan desa/kelurahan terbaik pada kegiatan Dana Alokasi Khusus Nonfisik (DAK NF) Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam pembukaan Festival Literasi Blora 2026, Rabu, 14 Oktober 2026, di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinarpus) Kabupaten Blora. Festival sendiri berlangsung selama empat hari, 14–17 Oktober 2026, dengan tema hari pertama Blora Menyalakan Cerita.
Perpustakaan Taufik Hidayah Wakili Semangat Literasi Desa
Capaian Perpustakaan Taufik Hidayah menjadi bukti bahwa denyut literasi tidak hanya tumbuh di perkotaan. Desa Bacem menunjukkan bahwa ruang baca sederhana di tingkat desa mampu menjadi pusat belajar, berkumpul, dan berkarya bagi warga.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas pengelolaan perpustakaan desa yang dinilai aktif, hidup, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Perpustakaan Taufik Hidayah dinilai berhasil menghadirkan buku dan kegiatan literasi lebih dekat kepada warga, terutama anak-anak dan pelajar.
Kades Sarmini: Ini Kemenangan Seluruh Warga Desa Bacem
Kepala Desa Bacem, Kecamatan Jepon, Sarmini, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, keberhasilan ini bukan hanya milik pengelola perpustakaan, tetapi milik seluruh warga Desa Bacem.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Perpustakaan Taufik Hidayah. Penghargaan ini menjadi semangat baru bagi warga Desa Bacem untuk terus membaca, belajar, dan berkarya,” ujar Sarmini.
Ia menegaskan, literasi bukan sekadar aktivitas membaca buku. Literasi adalah jalan panjang untuk menyiapkan generasi yang berpikir kritis, kreatif, dan mampu bersaing di masa depan.
“Literasi bukan hanya soal buku, tetapi investasi masa depan anak-anak kita. Desa yang peduli literasi adalah desa yang sedang menanam masa depannya sendiri,” tambahnya.
Literasi Desa, Investasi Generasi
Bagi Sarmini, penghargaan ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni. Ia berharap Perpustakaan Taufik Hidayah terus hidup, berinovasi, dan menjadi tempat favorit warga untuk belajar. Berbagai program pendampingan, kegiatan membaca, dan pelibatan anak-anak akan terus didorong agar perpustakaan tidak sepi.
Ia juga mengajak seluruh elemen Desa Bacem, mulai dari pemerintah desa, sekolah, kader, pemuda, hingga orang tua, untuk menjadikan literasi sebagai kebiasaan harian. Menurutnya, kemajuan desa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya.
Festival Literasi Blora 2026 Jadi Momentum
Keikutsertaan Desa Bacem dalam Festival Literasi Blora 2026 menjadi momentum penting. Selain menerima penghargaan, Desa Bacem dapat menunjukkan bahwa perpustakaan desa mampu menjadi wajah baru literasi di Kabupaten Blora.
Dalam festival tersebut, sejumlah kategori lomba juga menerima penghargaan, seperti lomba bertutur tingkat SD/MI, lomba resensi buku, dan lomba video konten literasi. Namun bagi warga Desa Bacem, capaian Perpustakaan Taufik Hidayah memiliki arti tersendiri: pengakuan bahwa desa kecil mampu memberi kontribusi besar bagi budaya literasi.
Harapan untuk Desa Bacem
Ke depan, Sarmini berharap Perpustakaan Taufik Hidayah semakin banyak dikunjungi warga. Ia ingin perpustakaan desa bukan hanya tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang bertemu, berdiskusi, dan melahirkan gagasan baru.
“Semoga penghargaan ini menjadi awal yang baik. Kami ingin Perpustakaan Taufik Hidayah terus bermanfaat, tidak hanya untuk Desa Bacem, tetapi juga menjadi contoh bagi desa lain di Kabupaten Blora,” pungkasnya.
Dengan capaian ini, Desa Bacem membuktikan bahwa literasi dapat dimulai dari langkah sederhana: menghidupkan perpustakaan, merawat minat baca, dan melibatkan seluruh warga. Penghargaan di Festival Literasi Blora 2026 menjadi penanda bahwa desa yang peduli literasi adalah desa yang sedang membangun masa depan.