Pasar murah HUT RI ke-80 di Kunduran Blora diserbu warga, beras dan minyak goreng ludes demi bantu stabilisasi harga pangan.
Suasana halaman Kantor Kecamatan Kunduran pada Sabtu pagi (30/8/2025) mendadak ramai. Bukan ada konser, tapi pasar murah HUT RI ke-80 yang digelar Forkompincam bersama Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora. Ratusan warga antusias antre demi bisa membawa pulang beras dan minyak goreng dengan harga miring.
Antrean Panjang Demi Harga Miring
Sejak pukul 09.00 WIB, warga sudah berdatangan. Begitu pasar murah resmi dibuka pukul 09.15 WIB, beras SPHP 5 kg seharga Rp57.500 dan minyak goreng Minyakita Rp15.500 per liter langsung jadi rebutan.
“Alhamdulillah, lumayan banget buat kebutuhan dapur. Harga di pasar kan sekarang naik-naik, di sini bisa lebih murah,” ujar Siti, salah satu ibu rumah tangga asal Desa Banjarejo yang ikut antre.
Dalam waktu satu jam, 250 kantong beras dan 60 bungkus minyak goreng ludes dibeli warga.
Sinergi Forkompincam, Hadir Berbuat Bermanfaat
Kegiatan ini dihadiri Camat Kunduran Suharto, S.E., S.H., M.Hum., Danramil 13/Kunduran Kapten Inf Subeno, Kapolsek Kunduran Iptu Budi Santoso, S.H., M.H., serta jajaran kecamatan, Polsek, Koramil, dan DP4 Blora.
Kapolsek Kunduran menegaskan bahwa pasar murah ini bukan sekadar seremonial, tapi wujud nyata semangat “Polres Blora Hebat, Hadir Berbuat Bermanfaat.”
“Polri tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga mendukung program pemerintah agar masyarakat bisa bernapas lebih lega di tengah kondisi ekonomi yang menantang,” ucap Iptu Budi Santoso.
Bukan Cuma Murah, Tapi Juga Meriah
Yang bikin suasana makin hidup, pasar murah ini dibarengi pentas seni budaya dalam rangka peringatan HUT ke-80 RI. Jadi, warga bukan cuma belanja, tapi juga bisa nonton hiburan.
Forkompincam sekaligus meluncurkan Gerakan Pangan Murah, program yang menyasar langsung masyarakat agar kebutuhan pokok bisa lebih terjangkau.
Pasar murah ditutup pukul 10.18 WIB dalam kondisi aman, tertib, dan penuh keceriaan.
Catatan Kecil Sebagai Apresiasi
Pasar murah seperti ini bukan hal asing bagi warga Blora. Sejak dulu, operasi pasar selalu jadi solusi andalan ketika harga pangan melonjak. Namun kali ini ada semangat berbeda, bukan hanya pemerintah yang bergerak, tapi juga kolaborasi lintas instansi yang solid. Momentum HUT RI ke-80 pun terasa makin berwarna—bukan hanya dengan bendera dan lomba, tapi juga dengan kepedulian nyata pada dapur masyarakat.