BLORA – Siang yang agak teduh di Sambiroto mendadak terasa lebih hangat ketika jajaran Polsek Kunduran datang menyambangi Suwoto bin Surowar...
BLORA – Siang yang agak teduh di Sambiroto mendadak terasa lebih hangat ketika jajaran Polsek Kunduran datang menyambangi Suwoto bin Surowarjo (67), warga Dukuh Buaran yang beberapa hari lalu kehilangan rumahnya akibat kebakaran.
Sekitar pukul 13.30 WIB, Selasa (Desember 2025), IPTU Budi Santoso, S.H., M.H. memimpin langsung penyerahan bantuan sembako bersama para Kanit, anggota Polsek, Bhayangkari Ranting Kunduran, serta Kepala Desa Sambiroto. Tak ada seremoni berlebihan—hanya tatap muka penuh empati, yang kadang justru jauh lebih berarti dari kata-kata panjang.
IPTU Budi menegaskan bahwa kedatangan mereka adalah bentuk kepedulian. Bahwa dalam masa sulit, warga berhak merasakan kehadiran aparat bukan sebagai simbol, tapi sebagai saudara yang ikut menenangkan.
Suwoto dan Musibah yang Menghanguskan Segalanya
Kebakaran yang dialami Suwoto bukan musibah kecil. Rumahnya habis dilalap api, dengan estimasi kerugian mencapai Rp300 juta. Dugaan awal: percikan puntung rokok yang dibuang ke tumpukan sampah di kandang sapi—sepele, tapi berujung petaka.
Namun seperti kata orang tua dulu: “Wong cilaka ora ndelok wektu.” Musibah memang tak pernah permisi.
Adapun bantuan sembako yang diterimakan kepada korban terdiri dari -
- Beras 3 sak @5 kg
- Minyak goreng 5 pouch @1 liter
- 1 dus mi instan
Tidak banyak, memang. Tapi buat seseorang yang baru saja kehilangan tempat bernaung, bantuan kecil kadang bisa jadi pegangan besar untuk menata ulang hari esok.
Suasana Penyaluran Bantuan Berjalan Tenang
Kegiatan bansos selesai pukul 14.15 WIB dalam suasana yang tenang dan terkendali. Beberapa warga ikut menyaksikan, memberikan anggukan simpati yang terasa tulus. Di desa, solidaritas sering hadir tanpa suara—cukup lewat kedatangan, genggaman tangan, atau sekadar tatapan saling menguatkan.
Dalam momen ini, terasa bahwa gotong-royong bukan sekadar slogan, tapi masih hidup di antara kita.


