Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto menerima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo atas keberhasilan mengawal produksi jagung Blora.
Diantara gedung-gedung pencakar langit Jakarta yang keras, Rabu pagi itu terdapat sebuah pengakuan atas kerja keras di hamparan lahan jati dan ladang jagung Kabupaten Blora. AKBP Wawan Andi Susanto berdiri penuh hormat. Di hadapannya, Presiden Prabowo Subianto menyematkan sebuah tanda kecil namun sarat makna di seragam cokelatnya, Satyalancana Wira Karya.
Penghargaan ini tak sebatas seremoni. Namun memproyeksikan gema dari deru traktor dan peluh para petani di pelosok Todanan hingga Kradenan yang selama setahun terakhir merasa "dijaga".
Sinergi di Balik Angka
Statistik seringkali terasa dingin, namun di Blora, angka-angka itu bicara tentang kemakmuran. Luas panen jagung yang menyentuh 79.031 hektare dengan total produksi raksasa sebesar 455.709 ton bukanlah keajaiban yang jatuh dari langit. Di balik angka produktivitas 57,66 Kw/Ha tersebut, ada tangan dingin Kepolisian Resor Blora yang memastikan "hulu ke hilir" berjalan tanpa aral.
Selama tahun 2025, di bawah komando AKBP Wawan, Polres Blora tidak hanya bicara soal borgol dan patroli malam. Mereka turun ke pematang, memastikan pupuk tidak menguap di tangan spekulan dan distribusi sarana pertanian sampai ke tangan yang berhak. Inilah wujud nyata pengawalan Asta Cita; sebuah komitmen bahwa ketahanan pangan adalah pertahanan negara yang paling dasar.
Antara Keamanan dan Produktivitas Pangan
"Stabilitas keamanan berbanding lurus dengan produktivitas pangan nasional," ujar AKBP Wawan dengan nada rendah hati usai prosesi penganugerahan. Baginya, Satyalancana ini adalah milik kolektif—milik Bhabinkamtibmas yang rutin berdialog di gubuk sawah, juga milik masyarakat Blora yang terus percaya pada tanahnya.
Logika yang dibangun sederhana namun tajam, petani tidak akan bisa menanam dengan tenang jika distribusi benih terhambat atau konflik lahan membayangi. Dengan menjamin kamtibmas di wilayah agraris, Polres Blora secara tidak langsung memberikan "pupuk psikologis" bagi para petani untuk berproduksi maksimal.
Menatap Masa Depan Swasembada
Meski tanda kehormatan kini telah tersemat di dada, bagi sosok Kapolres Blora ini, tugas justru baru saja dimulai. Target swasembada pangan yang berkelanjutan menuntut kehadiran Polri yang lebih dari sekadar penjaga gerbang, melainkan sebagai mitra strategis petani.
Dari bumi Mustika, pesan ini jelas, saat aparat dan rakyat bersatu menjaga akar, maka bangsa ini akan memanen kedaulatan. Penghargaan dari Presiden adalah bukti bahwa dari Blora, kontribusi untuk Indonesia adalah fakta.


