Bupati Blora Arief Rohman menerima penghargaan inovasi Desa Tematik Padi Organik dari Menteri Desa Yandri Susanto.
BOYOLALI – Kabupaten Blora kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional. Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, secara resmi menerima penghargaan sebagai Kepala Daerah Inovatif dalam Pengembangan Desa Tematik Ketahanan Pangan Padi Organik dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendesa PDT).
Penghargaan prestisius tersebut diserahkan langsung oleh Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung RI, Prof. Dr. Reda Manthovani, didampingi Menteri Desa PDT, Yandri Susanto, dalam puncak peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang digelar di Kawasan Kebun Raya Indrokilo, Boyolali, Kamis (15/1/2026).
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dibuka dengan pelepasan burung merpati sebagai simbol "Deklarasi Boyolali". Dalam pidatonya, Menteri Desa Yandri Susanto menekankan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari akar rumput, sesuai dengan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto.
“Jumlah desa kita mencapai 75.266. Ini tanggung jawab besar yang memerlukan kolaborasi lintas sektor. Mari kita hilangkan praduga tidak bermutu dan satukan energi untuk membangkitkan ekonomi desa,” tegas Yandri. Mendes juga memaparkan program "12 Aksi Bangun Desa" dengan target ambisius membentuk 5.000 Desa Ekspor di seluruh Indonesia.
Komitmen Blora, Satu Desa, Satu Hektare Organik
Merespons penghargaan tersebut, Bupati Arief Rohman menyatakan rasa syukurnya dan menegaskan bahwa apresiasi ini merupakan pemacu semangat untuk memperluas cakupan pertanian berkelanjutan di Blora.
“Kami berkomitmen menjadikan Blora sebagai Kabupaten Organik. Ke depan, saya meminta setiap desa menyiapkan lahan bengkok minimal 1 hektare sebagai percontohan produk organik,” ujar Bupati Arief.
Tak hanya bergerak sendiri, Pemerintah Kabupaten Blora juga menggandeng organisasi kemasyarakatan besar seperti NU, Muhammadiyah, dan LDII untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pelestarian lingkungan melalui pertanian non-kimia.
Inspirasi dari Sidorejo dan Geneng
Keberhasilan Blora kian lengkap dengan prestasi dari tingkat desa. Desa Sidorejo, Kecamatan Kedungtuban, turut menerima penghargaan sebagai Desa Inovatif Tematik Pertanian Organik. Kades Sidorejo, Agung Heri Susanto, mengungkapkan bahwa saat ini wilayahnya telah memiliki 42 hektare lahan organik, dengan 18 hektare di antaranya telah bersertifikat resmi.
“Harapan kami, ini menjadi pelecut semangat agar pertanian organik di Blora bisa menembus pasar ekspor. Kami terus mendorong penambahan luasan lahan bersertifikat setiap tahunnya,” kata Agung.
Selain sektor pangan, Desa Geneng di Kecamatan Jepon juga mendapat apresiasi dalam Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan. Hal ini membuktikan bahwa inovasi desa di Blora berkembang secara holistik, mulai dari ketahanan pangan hingga kesejahteraan sosial.


