Polsek Jepon sinergi dengan Puskesmas gelar cek kesehatan rutin bagi personel dan warga demi layanan kepolisian yang prima dan lebih humanis.
Di Jepon yang tenang, sebuah rutinitas tak biasa tampak di selasar kantor polisi. Tak ada deru mesin patroli yang terburu-buru atau aroma kopi yang biasanya menemani laporan pagi. Hari itu, suasananya lebih tenang, sedikit lebih personal. Ada percakapan lirih antara jarum suntik, tensimeter, dan pengabdian yang seringkali melupakan batas lelahnya sendiri.
Denyut Nadi Pelayanan
Bagi seorang polisi, raga adalah aset utama sekaligus satu-satunya jembatan menuju ketertiban umum. Namun, seringkali dalam riuhnya menjaga keamanan, mereka lupa mendengarkan detak jantungnya sendiri. Kerja sama antara Polsek Jepon dan Puskesmas Jepon hari ini bukan sekadar urusan medis administratif; ini adalah upaya memanusiakan kembali para penjaga keamanan.
Pemeriksaan tekanan darah, gula darah, hingga kolesterol menjadi cermin transparan bagi setiap personel. Di sana, di antara barisan antrean, masyarakat sekitar pun turut hadir, melebur dalam satu visi, bahwa keamanan wilayah bermula dari raga yang bugar.
Keselarasan Sinergi di Garis Depan
Iptu Moh Junaidi, SH., MH., berdiri dengan tenang memantau jalannya kegiatan. Baginya, kesehatan bukan sekadar angka di atas kertas hasil laboratorium. "Polri dituntut selalu siap. Kesehatan personel adalah fondasi agar pelayanan tetap maksimal, profesional, dan tetap memiliki sisi humanis," ungkapnya.
Pernyataan ini menyentuh aspek fundamental dalam psikologi kepemimpinan. Pemimpin yang mengutamakan kesejahteraan fisik anggotanya secara tidak langsung sedang membangun ketahanan mental kolektif. Ketika seorang petugas merasa fisiknya prima, emosinya cenderung lebih stabil dalam menghadapi konflik di lapangan. Inilah yang kemudian diterjemahkan menjadi pelayanan yang hangat dan tulus kepada warga Blora.
Menanam Kesadaran di Sela Tugas
Pihak Puskesmas Jepon melihat sinergi ini sebagai langkah preventif yang krusial. Aparat penegak hukum memiliki beban stres dan jam kerja yang tidak menentu—dua faktor yang sering menjadi pemicu gangguan kesehatan tersembunyi. Dengan melakukan deteksi dini, risiko kegagalan fungsi dalam tugas akibat faktor kesehatan dapat ditekan seminimal mungkin.
Respons positif dari masyarakat yang ikut serta juga menunjukkan bahwa kantor polisi kini bukan lagi tempat yang kaku. Namun seakan bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif, di mana kesehatan menjadi bahasa pemersatu antara negara dan rakyatnya.
Menuju Tradisi Segar Bugar
Kegiatan yang berlangsung tertib ini bukan sekadar seremoni satu hari. Polsek Jepon berkomitmen menjadikan pemeriksaan kesehatan ini sebagai agenda berkelanjutan, melengkapi program rutin dari Siedokkes Polres Blora.
Langkah ini adalah investasi jangka panjang. Sebab, di balik setiap tindakan tegas kepolisian, diperlukan kejernihan pikiran; dan kejernihan pikiran hanya bisa lahir dari tubuh yang dijaga dengan penuh rasa hormat. Di Jepon, mereka membuktikan bahwa untuk menjaga kedamaian kota, mereka harus terlebih dahulu menjaga kedamaian di dalam tubuh mereka sendiri.

.jpg)