Personel Polsek Kunduran menggelar aksi "Jumat Berkah" di Desa Klokah. Simak kisah haru pembagian sembako dari iuran sukarela anggota Polsek Kunduran.
KUNDURAN, BLORA - Di bawah rimbunnya daun mangga gadung yang hijau pekat di halaman sebuah rumah di Desa Klokah, sepasang burung gereja hinggap dengan lincah. Mereka saling berbisik, memiringkan kepala, seolah sedang mendiskusikan pemandangan tak biasa di bawah sana. Biasanya, sunyi hanya pecah oleh gesekan daun, namun Jumat pagi itu, 2 Januari 2026, ada derap langkah yang membawa kehangatan berbeda.
Burung-burung itu menyaksikan dari ketinggian dahan, bagaimana warna cokelat khas seragam kepolisian menyatu dengan debu tanah pedesaan. Bukan untuk sebuah pengejaran, melainkan untuk sebuah pertemuan hati yang mereka sebut sebagai "Jumat Berkah".
Ketulusan dalam Langkah Kaki
Tepat pukul 10.00 WIB, Kanit Binmas Aiptu Judiyanto bersama Aiptu Suwanto dan rekan-rekan Bhabinkamtibmas Polsek Kunduran melangkah menyusuri jalanan desa. Di mata makhluk bersayap itu, bungkusan-bungkusan sembako yang dibawa para petugas tampak seperti butiran oase di tengah terik yang mulai memuncak.
Satu per satu pintu diketuk dengan santun. Ada senyum yang merekah dari wajah-wajah senja. Pardi (55), Rasmin (65), hingga Mbah Sunarti (67) menyambut uluran tangan sang pelindung masyarakat. Tak ketinggalan Yatini (60) dan Warni (63), para perempuan tangguh Desa Klokah yang hari itu merasakan bahwa negara hadir, tidak dengan tangan besi, melainkan dengan tangan yang memberi.
Iuran Hati, Tak Sebatas Formalitas
Kapolsek Kunduran, Iptu Budi Santoso, S.H., M.H., yang menjadi nakhoda di balik gerakan ini, menyadari betul filosofi di balik aksi mereka. Sembako tersebut bukanlah anggaran negara yang kaku, melainkan kristalisasi dari iuran sukarela para personel Polsek Kunduran.
"Memang sedikit, asal itu dilaksanakan secara kontinyu, maka kehadiran negara lewat POLRI akan dirasakan oleh masyarakat," ujar Iptu Budi Santoso dengan nada rendah namun penuh keyakinan.
Beliau berharap, riak kecil dari kolam kebaikan ini akan memancing para penderma lain di lingkungan sekitar untuk melakukan hal serupa. Sebuah harapan yang diamini oleh kicauan burung di dahan mangga, yang seolah ingin terbang lebih jauh untuk menceritakan kabar baik ini ke seluruh pelosok Kabupaten Blora.
Meninggalkan Jejak Syukur di Hati Warga
Saat matahari kian tinggi, para petugas berpamitan. Burung-burung di dahan mangga gadung itu mengepakkan sayap, terbang rendah mengikuti kepergian rombongan polisi yang meninggalkan jejak syukur di hati warga Klokah. Jumat Berkah hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan bukti bahwa kemanusiaan tetap menjadi hukum tertinggi di bawah langit Kunduran.


