Kapolsek Jepon Iptu Moh Junaidi mengajak warga kembali ke filosofi Mens sana in corpore sano melalui senam bersama lintas sektoral di Blora.
BLORA – Di halaman Kantor Kecamatan Jepon yang masih berselimut embun, Jumat, 23 Januari 2026, sebuah pemandangan kontras tersaji. Tidak ada sekat kaku antara pangkat dan jabatan. Yang ada hanyalah deru napas yang teratur dan gerak tubuh yang serempak mengikuti irama musik senam yang energik.
Di barisan depan, tampak Kapolsek Jepon, Iptu Moh Junaidi, SH., MH., bergerak lincah. Mengenakan pakaian olahraga, Iptu Junaidi tidak hanya hadir sebagai undangan, tetapi turut sebagai motor penggerak. Kehadirannya seolah menghidupkan kembali adagium klasik yang mulai luntur oleh kesibukan birokrasi: Mens sana in corpore sano—di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.
"Kesehatan adalah pangkal dari segalanya. Bagaimana kita bisa melayani masyarakat dengan prima jika raga kita sendiri tidak terjaga?" ujar Iptu Moh Junaidi di sela-sela kegiatan. Baginya, proaktifnya Polri dalam kegiatan senam bersama Forkopimcam dan lintas sektoral ini adalah pesan visual bagi warga bahwa polisi adalah bagian dari ekosistem sosial yang juga peduli pada kualitas hidup.
Acara yang diinisiasi oleh Plt. Camat Jepon, Andi Nurrohman, S.IP., MM., ini memang didesain kolaboratif. Melibatkan instansi dari KUA, Puskesmas, hingga kepala sekolah dan perangkat desa, senam ini menjadi jembatan komunikasi non-formal yang sangat efektif.
Dalam kajian psikologi massa, tindakan pemimpin yang turun langsung berolahraga bersama rakyat mampu mengaktifkan rasa aman dan keterikatan. Saat masyarakat melihat institusi Polri peduli pada kebugaran, muncul persepsi bahwa keamanan wilayah pun akan dijaga dengan energi yang sama besarnya.
Senam pagi itu berakhir bukan sekadar dengan keringat yang mengucur, melainkan dengan tawa dan diskusi ringan di pinggir lapangan. Sebuah bukti bahwa pendekatan sederhana melalui olahraga mampu meruntuhkan dinding pembatas, menciptakan harmoni demi Jepon yang lebih sehat dan kondusif.


