Mahasiswa KKN Universitas Teknologi Ronggolawe Cepu bersama TKSK Sambong menyalurkan bantuan sosial dan melakukan audit aksesibilitas difabel.
Sambong, Blora — Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan pendamping sosial kembali diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Giyanti, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Pada Senin (20/7/2026), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Teknologi Ronggolawe (UTR) Cepu bersama Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sambong melaksanakan pendampingan penyaluran bantuan sosial kepada penyandang disabilitas dan masyarakat dengan penyakit kronis.
Empat Penerima Manfaat Mendapat Dukungan Sosial dari Program KKN UTR Cepu
Kegiatan tersebut menyasar empat penerima manfaat dari beberapa wilayah di Desa Giyanti, yaitu ANS penyandang tuna wicara dari Lingkungan Ringinanom, WT penyandang disabilitas psikososial (ODGJ) dari Dukuh Giyanti Krajan, STY penyandang cerebral palsy dari Dukuh Trisinan, serta Ny. SHR, lanjut usia penyandang stroke dari Dukuh Cancangan.
Bantuan sosial tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat Mahasiswa KKN UTR Cepu yang sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti pembangunan tungku pembakaran sampah hemat bahan bakar dan minim asap (rocket stove), penyediaan kompor hemat energi bagi pelaku UMKM, pelatihan serta hibah peralatan pembuatan sabun berbahan minyak jelantah, dan pembangunan website UMKM Desa Giyanti.
Karena sebagian besar dukungan telah dialokasikan untuk kegiatan pemberdayaan dan pembangunan sarana masyarakat tersebut, bantuan sosial diprioritaskan kepada masyarakat rentan dengan prinsip pemerataan melalui perwakilan masing-masing dukuh.
Kolaborasi Mahasiswa dan Pemerintah Desa dalam Pendampingan Kelompok Rentan
Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Sambong menyampaikan bahwa proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui koordinasi bersama Pemerintah Desa Giyanti agar bantuan benar-benar menyentuh kelompok masyarakat yang membutuhkan.
"Bantuan sosial ini bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi bagaimana kita menjaga agar mereka tetap merasa dihargai dan memiliki martabat. Mereka bukan objek bantuan, mereka adalah bagian penting dari masyarakat yang harus kita hadirkan dalam pembangunan," ujar TKSK Kecamatan Sambong.
Audit Aksesibilitas Difabel sebagai Bagian dari Pembangunan Desa Inklusif
Selain memberikan bantuan sosial, Mahasiswa KKN UTR Cepu juga melakukan kegiatan audit aksesibilitas lingkungan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut dilakukan melalui survei lapangan, pengukuran kondisi jalan, serta penyusunan desain awal infrastruktur pendukung mobilitas penyandang disabilitas.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah akses menuju rumah Annisa di Lingkungan Ringinanom. Berdasarkan hasil pengamatan lapangan, akses menuju rumah tersebut masih berupa jalan setapak rabat beton yang mengalami kerusakan dan belum memiliki talud pengaman pada sisi jalan dengan kondisi perbedaan ketinggian tebing mencapai lebih dari 2,5 meter.
Kepala Desa Giyanti memberikan arahan agar mahasiswa melakukan pengukuran teknis dan perhitungan awal kebutuhan pembangunan talud sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan desa ke depan.
Bantuan Sosial Tidak Berhenti pada Pemberian Materi
Perwakilan Mahasiswa KKN UTR Cepu menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa untuk memahami persoalan masyarakat secara langsung.
"Kami belajar bahwa pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur besar, tetapi juga bagaimana lingkungan sekitar rumah masyarakat bisa aman dan mudah diakses oleh semua orang, termasuk teman-teman penyandang disabilitas," ungkap salah satu mahasiswa KKN UTR Cepu.
Dalam proses pendampingan penyaluran bantuan, mahasiswa juga diberikan pembelajaran mengenai pendekatan sosial yang berorientasi pada penghormatan terhadap kemanusiaan. Keluarga penerima manfaat diajak untuk memberikan doa dan harapan kepada mahasiswa agar kelak menjadi pribadi yang sukses serta tetap memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Menurut pendamping sosial, pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun karakter generasi muda.
"Mahasiswa perlu memahami bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada lingkungan sekitar. Doa dari masyarakat kecil sering kali menjadi energi moral yang luar biasa," tambahnya.
Menuju Desa Giyanti yang Lebih Aman dan Ramah bagi Semua Warga
Kegiatan kolaboratif tersebut diharapkan menjadi model sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan unsur pendamping sosial dalam membangun desa yang lebih inklusif. Tidak hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga melalui pemberdayaan ekonomi, teknologi tepat guna, serta pembangunan lingkungan yang ramah bagi kelompok rentan.
Melalui pendekatan tersebut, Desa Giyanti menunjukkan bahwa pembangunan sosial dapat tumbuh dari kepedulian bersama, di mana masyarakat, pemerintah, dan generasi muda bergerak dalam satu arah untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)